7000 Personel Gabungan Disiagakan, Kalteng Bersiap Hadapi Ancaman Karhutla 2026
- 17 Apr 2026 10:27 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali membayangi Kalimantan Tengah. Memasuki musim kemarau pertengahan 2026, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan kesiapan penuh aparat dalam menghadapi potensi bencana yang kerap melanda Provinsi ini setiap tahunnya.
Sedikitnya 7.000 personel gabungan dari unsur Kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah telah disiagakan. Tidak hanya merespons jika karhutla terjadi, pasukan gabungan ini juga menjadi ujung tombak pencegahan melalui sosialisasi aktif kepada masyarakat.
"Personel yang disiapkan ini terdiri dari anggota kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah. Sebagai langkah mitigasi, upaya pencegahan telah dilakukan dengan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membakar lahan dan hutan secara sembarangan," kata Irjen Pol Iwan Kurniawan, Jum'at, 17 April 2026.
Meski Peraturan Daerah telah mengatur soal aktivitas pembakaran lahan, Irjen Pol Iwan mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Warga yang ingin membuka lahan dengan cara membakar diwajibkan melapor lebih dahulu kepada pihak berwenang, dengan catatan luas area yang dibakar tidak boleh melebihi dua hektare.
"Misalnya ada yang ingin membakar lahan, diwajibkan untuk melapor terlebih dahulu dan luas area yang dibakar pun tidak melebihi dari dua hektare. Namun yang lebih penting adalah mencegah, karena situasi kemarau tahun ini dipengaruhi siklon El Niño." katanya.
Pernyataan itu menjadi perhatian serius mengingat El Niño berpotensi memperpanjang musim kemarau dan mengurangi curah hujan secara signifikan di Kalimantan, kondisi yang sangat rentan memicu meluasnya titik api.
Sebagai langkah pencegahan tambahan, Polda Kalteng bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga meningkatkan intensitas patroli, baik melalui jalur darat maupun udara, guna mendeteksi dini munculnya hotspot sebelum api sempat membesar dan meluas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....