Kapal Tugboat di Sampit Terbakar, Diduga Tersambar Petir

  • 28 Mar 2026 22:38 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Kotawaringin Timur - Diduga akibat tersambar petir dua unit kapal yang dalam kondisi docking, di Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Ba'amang, Kabupaten Kotawaringin Timur terbakar pada Sabtu 28 Maret 2026 sore.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 17.30 WIB itu mengakibatkan tiga orang jadi korban, diantaranya satu pekerja tewas, satu orang terluka, dan satu lainnya hilang dan masih dalam pencarian setelah nekat terjun ke sungai menyelamatkan diri.

Berdasarkan informasi dilokasi kejadian, beberapa warga menyebut bahwa dua unit kapal jenis tugboad ini terbakar usai tersambar petir saat hujan deras di wilayah pelabuhan.

Rustam, salah satu saksi mata, mengatakan, petir yang menggelegar saat itu terdengar sangat keras.

Tak lama berselang, asap hitam pekat membumbung tinggi dari salah satu kapal yang tengah docking. Api kemudian dengan cepat melahap kapal tersebut dan merambat ke kapal tugboat di sebelahnya.

"Saat hujan deras saya ada di rumah, dan tiba-tiba ada petir, kebetulan saat itu saya sedang menelpon, saya terkejut dan hp saya terlempar, tak berapa lama saya keluar rumah sudah melihat ada asap hitam di pelabuhan, ternyata ada api sudah membesar membakar kapal," kata Rustam.

Situasi semakin menegangkan karena kapal yang terbakar dikabarkan mengangkut sekitar 30 ton bahan bakar minyak (BBM) sehingga api semakin besar dan sulit dipadamkan.

Di tengah kepanikan, para awak kapal tugboat yang berada tidak jauh dari kapal yang terbakar berupaya melepas tali pengikat kapal dan berhasil menjauhkannya dari lokasi kebakaran, sehingga terhindar dari amukan api.

Namun, nasib tiga pekerja di dua kapal yang terbakar tidak seberuntung itu. Satu orang pekerja ditemukan tewas dengan kondisi tubuh terbakar parah. Satu orang lainnya yang merupakan manajer perusahaan mengalami luka bakar serius. Sementara satu pekerja masih dinyatakan hilang setelah terjun ke sungai untuk menyelamatkan diri dari terjangan api.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kotawaringin Timur yang menerima laporan langsung dikerahkan dibantu sejumlah relawan untuk berjibaku memadamkan api.

Proses pemadaman terbilang cukup sulit mengingat muatan BBM dalam jumlah besar di kapal yang terbakar, hingga proses pemasangan berlangsung hingga malam hari.

Setelah perjuangan selama kurang lebih lima jam, barulah api berhasil dijinakkan. Korban yang meninggal dunia dan mengalami luka bakar kini telah dievakuasi ke RSUD Doktor Murdjani Sampit.

Hingga kini, tim SAR masih melakukan pencarian terhadap satu pekerja yang hilang di sungai.

Sementara pihak berwenang juga masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran ini, meski dugaan sementara mengarah pada sambaran petir yang terjadi saat hujan deras yang melanda wilayah Kota Sampit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....