Kepala Bapperida Kalteng Tekankan Pentingnya Sinkronisasi dalam RKPD

  • 26 Mar 2026 22:06 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, menekankan pentingnya sinkronisasi dan harmonisasi perencanaan pembangunan daerah dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2027.

Dalam arahannya, Leonard menyampaikan bahwa penyusunan RKPD merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang mewajibkan adanya koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

“Sinkronisasi ini penting agar perencanaan pembangunan daerah selaras dengan sasaran pembangunan nasional, mulai dari RPJPD, RPJMN, RKP hingga APBN, serta terintegrasi dengan RPJMD dan RKPD daerah,” ujarnya, Kamis, 26 Maret 2026.

Ia menegaskan, forum Musrenbang menjadi momentum strategis untuk menajamkan dan menyempurnakan rancangan RKPD agar pembangunan berjalan lebih terarah, efektif, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.

Lebih lanjut, Leonard menjelaskan tema pembangunan nasional tahun 2027 adalah akselerasi pertumbuhan berkualitas melalui produktivitas, investasi, dan industri. Tema tersebut kemudian diterjemahkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menjadi peningkatan aktivitas ekonomi daerah serta penguatan tata kelola pemerintahan.

Fokus pembangunan diarahkan pada tiga sektor utama, yakni produktivitas, investasi, dan industri. Pada sektor produktivitas, penekanan diberikan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, daya beli masyarakat, digitalisasi tata kelola, serta penguatan regulasi dan kelembagaan.

Sementara pada sektor investasi, perhatian difokuskan pada efisiensi investasi, pembangunan infrastruktur dan konektivitas ekonomi, inovasi pembiayaan, serta penguatan investasi berbasis industri dan ekspor.

Adapun pada sektor industri, kebijakan diarahkan pada penguatan industri nasional, hilirisasi sumber daya alam, serta upaya mewujudkan swasembada pangan dan energi. Leonard juga memaparkan sejumlah target makro pembangunan Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2027, di antaranya pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1 persen, tingkat pengangguran terbuka 3,79 persen, tingkat kemiskinan 4,5 persen, rasio gini 0,281, serta indeks modal manusia sebesar 0,565.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah provinsi telah menyusun proyeksi kinerja bagi 14 kabupaten/kota melalui tiga skenario, yakni optimistis, moderat, dan pesimistis. Ia berharap pemerintah kabupaten dan kota dapat menyesuaikan arah kebijakan pembangunan daerah agar selaras dengan prioritas pembangunan provinsi maupun nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....