Program Strategis Pendidikan Kalteng, Ribuan Siswa Dapat Bantuan
- 05 Mar 2026 19:19 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo resmi meluncurkan Program Strategis Sektor Pendidikan Tahun 2026 di Aula Jayang Tingang, Kamis 5 Maret 2026.
Acara yang dihadiri ratusan pelajar dan perwakilan perguruan tinggi se-Kalteng ini menjadi tonggak baru pembangunan pendidikan di Bumi Tambun Bungai.
Peluncuran program ini turut disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Fauzan, serta Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas RI Pungkas Bahjuri Ali.
Kehadiran pejabat tinggi negara ini menunjukkan besarnya perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan pendidikan di Kalteng.
"Program ini adalah komitmen nyata kami untuk memastikan setiap putra-putri Kalteng mendapat pendidikan yang layak dan berkualitas," kata Gubernur Agustiar Sabran dalam sambutannya.
Pemprov Kalteng menggelontorkan sejumlah program strategis yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Program D1 Vokasi Pertanian Akademi Komunitas Universitas Muhammadiyah Palangka Raya menjadi salah satu andalan untuk mencetak tenaga terampil di sektor pertanian.
Yang paling menggembirakan, lebih dari 60 ribu siswa SMA, SMK, dan SKH se-Kalteng akan menerima bantuan seragam sekolah. Bantuan ini diharapkan meringankan beban orang tua dan memastikan tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena masalah ekonomi.
Terobosan besar juga hadir dari Universitas Palangka Raya dengan diluncurkannya Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi. Program ini menjawab kebutuhan mendesak akan tenaga spesialis kesehatan ibu dan anak di Kalteng.
Puncak acara ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemprov Kalteng dan 36 perguruan tinggi negeri maupun swasta. Kolaborasi massif ini bertujuan mengembangkan dan memberdayakan sumber daya manusia Kalteng secara komprehensif.
Gubernur Agustiar menegaskan bahwa meski pemerintah daerah menerapkan efisiensi anggaran, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama. "Pendidikan adalah kunci memutus mata rantai kemiskinan, kebodohan, dan keterisolasian," ujarnya.
Program strategis ini merupakan implementasi konkret dari Misi Kedua pembangunan Kalteng, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia yang beretika melalui pendidikan inklusif sesuai kaidah "Belom Bahadat" (Hidup Beradat).
Turut hadir dalam peluncuran bersejarah ini, unsur Forkopimda Kalteng, Plt. Sekda Kalteng Leonard S. Ampung, para Staf Ahli Gubernur dan Asisten, Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemprov Kalteng, civitas akademika, serta Sekretaris Dispora Kalteng Syahrani yang mewakili Kadispora Kalteng.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....