Gas Melon Rp22 Ribu, Pemkot Palangka Raya Gelar Operasi Pasar Sampai 12 Maret
- 04 Mar 2026 16:16 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kabar gembira bagi warga Palangka Raya, Pemerintah Kota Palangka Raya menggelar operasi pasar LPG 3 kg bersubsidi dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp22.000 per tabung. Program ini berlangsung hingga 12 Maret 2026 mendatang.
Operasi pasar yang merupakan hasil kolaborasi Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya dengan PT Pertamina Patra Niaga ini menyasar Rumah Tangga Miskin (RTM) dan pelaku usaha mikro di tujuh kelurahan.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menegaskan program ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan pasokan gas melon tetap tersedia bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
"Kami ingin memastikan warga mendapatkan haknya dengan harga yang terjangkau dan tidak terbebani oleh fluktuasi harga di tingkat pengecer. Kali ini kita sediakan 1.050 tabung untuk tujuh kelurahan," ujar Fairid saat ditemui di lokasi operasi pasar, Rabu 4 Maret 2026.
Dia menambahkan, kebijakan ini adalah bentuk keberpihakan nyata kepada masyarakat kecil dan pelaku usaha yang sedang berjuang mengembangkan bisnisnya di tengah tekanan ekonomi.
Operasi pasar LPG 3 kg ini dijadwalkan berlangsung secara maraton mulai 4 hingga 12 Maret 2026. Terdapat tujuh titik lokasi yang tersebar di berbagai kelurahan, antara lain Kelurahan Langkai, Panarung, Palangka, hingga Kalampangan.
Di setiap lokasi, pemerintah menyediakan kuota sebanyak 150 tabung yang siap didistribusikan kepada warga pada pukul 10.00 hingga 12.00 WIB sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Syarat Mudah, Cukup Bawa KTP
Untuk mendapatkan gas melon bersubsidi ini, masyarakat cukup membawa KTP asli dan melampirkan fotokopi KTP sebagai bukti penerima manfaat. Selain itu, warga juga diminta mengisi logbook yang telah disediakan oleh petugas di lapangan.
Prosedur ini diterapkan untuk menjaga ketertiban administrasi sekaligus mencegah praktik pemborong oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Semoga dengan adanya operasi pasar ini, beban pengeluaran dapur masyarakat dapat berkurang dan stabilitas ekonomi tetap terjaga dengan aman," ucap Fairid optimistis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....