Pencarian ABK Jatuh ke Laut Jawa Dihentikan, Keluarga Masih Berharap

  • 23 Feb 2026 23:20 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Harapan keluarga Hendro Moc Dzulkarnaen (27) perlahan memudar. Setelah tujuh hari pencarian intensif, Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian anak buah kapal (ABK) asal Bandung yang jatuh ke Perairan Laut Jawa, Kalimantan Tengah.

Hendro, warga Desa Margasari, Kecamatan Buabatu, Kota Bandung, hilang terseret ombak pada Selasa 17 Februari 2026 lalu. Insiden tragis itu terjadi saat ia hendak makan sore bersama rekannya di atas KM Ebert Jaya 6 AA.

Mahdi, Koordinator Lapangan operasi pencarian, mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi tim selama seminggu terakhir. "Area pencarian yang sangat luas, ditambah cuaca di laut yang berubah-ubah, sangat membatasi waktu pelaksanaan pencarian," ujarnya, Senin 23 Februari 2026.

Meski pencarian dihentikan, bukan berarti upaya menemukan Hendro sepenuhnya ditutup. Tim Rescue Basarnas Palangka Raya telah melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk agen kapal dan keluarga korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan, A.A Ketut Alit Supartana, menjelaskan keputusan penghentian operasi ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014. Menurutnya, operasi SAR kategori Man Over Boat (MOB) maksimal dilakukan hingga hari ketujuh.

"Operasi SAR Man Over Boat KM Ebert Jaya 6 AA di Perairan Laut Jawa, Provinsi Kalimantan Tengah ditutup. Selanjutnya akan dilakukan pemantauan," kata Alit.

Ia menegaskan, operasi pencarian tetap bisa dilanjutkan kembali jika ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. "Tidak menutup kemungkinan akan dilanjutkan apabila ada tanda-tanda keberadaan korban," ucapnya.

Ketut mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi pencarian selama tujuh hari terakhir. "Terimakasih atas kerja sama teman-teman Tim SAR Gabungan. Semoga apa yang kita kerjakan bernilai ibadah, dan semoga korban cepat ditemukan," ujarnya.

Setelah operasi resmi ditutup, seluruh unsur SAR yang terlibat kembali ke satuan masing-masing. Operasi pencarian ini melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Pangkalan Bun, KSOP Kumai, SROP Kumai, KSOP Sampit, SROP Sampit, serta Agen Kapal KM Ebert Jaya 6 AA.

Keluarga Hendro kini hanya bisa pasrah sambil terus berdoa, berharap ada keajaiban yang membawa pulang sang anak tercinta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....