Perempuan Inspiratif Gaungkan Kesetaraan Gender di Bidang Sains
- 11 Feb 2026 13:38 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Dalam rangka memperingati Hari Internasional Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains, Radio Republik Indonesia menghadirkan sejumlah perempuan inspiratif dalam Dialog Inspirasi Kita. Program dialog tersebut mengangkat tema " Sains Tanpa Batas Gender, Apakah Kita Sudah Sampai ?", yang tayang di kanal YouTube RRI Palangka Raya.
Program ini secara khusus mengundang para perempuan yang berperan di bidang sains, baik sebagai akademisi maupun pendidik. Salah satu narasumber yang hadir adalah Dr. Eng. Linda Sartika, S.T., M.T, Akademisi Universitas Borneo Tarakan. Dalam penyampaiannya, ia menyoroti kecenderungan generasi saat ini yang ingin meraih sesuatu secara instan dan memilih jalan yang dianggap lebih mudah.
“Generasi sekarang mereka cenderung mencari hal yang mudah, sukses mau mudah semuanya mau mudah tidak mau berproses" ujarnya, saat menjadi narasumber pada Dialog Inspirasi kita Rabu, 11 Februari 2025.
Menurutnya, pola pikir tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam membangun minat dan ketekunan di bidang sains yang menuntut proses panjang dan konsistensi. Linda juga menekankan pentingnya peran perempuan, khususnya para ibu,untuk memberi dukungan kepada anak agar tidak ragu memilih bidang sains. Ia mengingatkan bahwa selama ini masih ada anggapan di lingkungan keluarga yang memandang teknik dan sains sebagai bidang yang identik dengan laki-laki.
"Bagi perempuan-perempuan yang menjadi ibu sekarang, dukunglah anak-anak di bidang sains. Jangan takut, di sana juga masih bisa bertahan hidup ” ujarnya menambahkan.
Narasumber lainnya, Septaria Yolan Kalalinggi, S.Si., M.Si, Dosen Program Studi Kimia FMIPA Universitas Palangka Raya (UPR), turut menegaskan bahwa sains tidak ditentukan oleh gender. Ia menyampaikan bahwa pihaknya secara tegas menolak stereotip dan bias gender yang masih melekat di masyarakat.
“Khususnya kami di bidang pendidikan, baik dosen ataupun guru kita ciptakan ruang inklusif dan setara. Terkait dengan sains itu bukan karena gender, tidak ada streotif gender disitu, kita menolak stereotip gender dan menangkal bias gender itu sendiri. Tetapi terkait dalam menekuni bidang sains, yang paling penting adalah kompetensinya, kerja keras, kepercayaan diri ” katanya.
Menurut Yola, kompetensi, dedikasi, dan semangat belajar menjadi kunci utama untuk bertahan dan berkembang di dunia sains. Ia berharap momentum Hari Internasional Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains dapat menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam mengembangkan potensi akademik maupun profesionalnya.
Melalui dialog tersebut, RRI Palangkaraya berharap semakin banyak perempuan yang terinspirasi untuk terjun dan berkontribusi di bidang sains. Para narasumber sepakat bahwa dukungan keluarga, lingkungan pendidikan, dapat menjadi fondasi penting agar generasi mendatang, tidak memandang gender, mampu mengeksplorasi potensi mereka secara maksimal. Dengan menghadirkan figur-figur perempuan yang inspiratif , dari dialog ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat baru bagi anak-anak perempuan untuk berani bermimpi dan berkarya di dunia sains dan teknologi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....