Pemprov Kalteng Evaluasi Pelaksanaan CFN Huma Betang Night

  • 31 Jan 2026 22:51 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Pelaksanaan Car Free Night (CFN) Huma Betang Night di Kota Palangka Raya hingga kini masih dihentikan sementara. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah saat ini masih mengevaluasi acara tersebut.

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, mengatakan evaluasi dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan asas manfaat, kegunaan, aspek keselamatan, serta kebijakan efisiensi. “Kami masih melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan CFN Huma Betang Night, termasuk sejauh mana kegiatan ini memberikan dampak positif dan berkelanjutan, khususnya bagi pelaku usaha,” ujar Edy di Palangka Raya, Sabtu 31 Januari 2026.

Edy menjelaskan, kegiatan yang rutin digelar setiap Sabtu malam di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya tersebut terakhir kali dilaksanakan pada 23 Agustus 2025. Pemerintah daerah menilai keberlanjutan program perlu dikaji berdasarkan hasil pelaksanaan sebelumnya dan dampaknya terhadap perekonomian masyarakat.

“Kami berharap kegiatan yang telah dilaksanakan dapat memberikan multiplier effect, sehingga pelaku usaha dapat tumbuh dan berkembang secara mandiri dalam mendukung perekonomian daerah,” katanya.

Hingga saat ini, Pemprov Kalimantan Tengah belum menetapkan jadwal lanjutan pelaksanaan CFN Huma Betang Night dan masih menunggu hasil evaluasi akhir.

Sebagai informasi, Huma Betang Night merupakan salah satu magnet wisata malam di Palangka Raya yang diluncurkan pada 14 Juni 2025. Kegiatan ini menghadirkan pertunjukan seni budaya Dayak, hiburan, serta ruang promosi bagi pelaku UMKM.

Berbagai penampilan seni seperti tari Giring-Giring, Dadas Bawon, hingga pertunjukan musik etnik modern turut meramaikan acara yang digelar setiap malam Minggu. Ribuan pengunjung kerap memadati kawasan Bundaran Besar untuk menikmati kuliner lokal dan produk UMKM, menunjukkan potensi ekonomi yang cukup besar.

Huma Betang Night tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga wadah pelestarian budaya lokal serta ruang interaksi sosial masyarakat di Kota Palangka Raya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....