Perlu Koordinasi Intens dengan Pertamina Hindari Kekurangan Epliji
- 28 Jan 2026 22:45 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya : Terbatasnya jumlah penjualan gas elpiji bersubsidi tiga kilogram di pasaran saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2025 lalu, membuat harga melonjak tinggi. Namun masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu kelangkaan yang memicu aksi borong.
Pengamat Ekonomi yang juga Dosen Universitas Kristen Palangka Raya (UKPR), Rawing Rambang, menilai perlu adanya pengawasan lebih intens terhadap pendistribusian serta penjualan di tingkat pangkalan. Mengingat komoditi ini sangat diperlukan masyarakat.
Oleh karena itu, menyikapi semakin dekatnya Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, lanjut Rawing Rambang, berbagai pihak harus mempersiapkan terutama pemerintah daerah agar tidak terjadi keterbatasan yang menyebabkan harganya melonjak tinggi, seraya berkoordinasi dengan pihak Pertamina.
"Harapan kita artinya Pak Gubernur Kalteng sudah memberikan perhatian terutama kepada elpiji. Daerah juga sudah siap-siap, baik bupati, wali kota, ada komoditi-komoditi tersebut yang selalu kekurangan, menyebabkan harga tinggi, ketersediaan terbatas. Tentunya harus berkoordinasi dengan Pertamina. Ini yang harus kita antisipasi, apalagi menjelang Bulan Ramadan ini. Pasti kebutuhan itu akan sangat diperlukan," ujarnya, Rabu 28 Januari 2025.
Rawing Rambang menambahkan, guna memastikan bahwa gas elpiji bersubsidi dari pemerintah tersebut tepat sasaran kepada masyarakat kurang mampu, dirinya berharap setiap pangkalan dapat menerapkan distribusi lebih tertata. Salah satunya pembatasan pembelian, seperti satu orang hanya diperbolehkan membeli satu tabung saja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....