Realiasasi Pendapatan Daerah Kalteng Tumbuh 8 Persen Lebih
- 28 Jan 2026 07:54 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya : Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Kalteng, Herry Hernawan, saat rilis resmi kinerja APBN tahun 2025, Selasa 27 Januari 2026, menyebut berdasarkan data dari SIKRI Direktorat APK (DJPb) atas LRA konsolidasi seluruh pemerintah daerah di lingkup Kalimantan Tengah (Kalteng), sampai dengan 31 Desember 2025, Realisasi Pendapatan Daerah sebesar Rp26.867,53 miliar atau 80,48 persen dari target yang telah ditetapkan, tumbuh sebesar 8,52 persen secara tahunan.
"Pendapatan masih didominasi oleh pendapatan transfer sebesar 86,65 persen dari Total pendapatan APBD yang menggambarkan bahwa angka ketergantungan pemda masih tinggi terhadap TKD," katanya.
Herry Hernawan, menegaskan kinerja PAD menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 30,36 persen secara tahunan, terutama dari pertumbuhan pajak daerah dan retribusi daerah yang didorong oleh implementasi Perda PDRD dan Perkada turunannya sejak 5 Januari 2025.
Selain itu hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan juga tumbuh 19,49 persen secara tahunan, terutama untuk dividen atas penyertaan modal BUMN dan BUMD. Pada sisi belanja daerah, realisasi sampai dengan 31 Desember 2025 mencapai Rp22.575,50 miliar atau 62,79 persen dari pagu yang telah ditetapkan dan kontraksi 3,93 persen secara tahunan. Beberapa belanja daerah perlu dievaluasi atas kinerja selama tahun 2025, seluruh Belanja kecuali Belanja Subsidi masih di bawah 70 persen, terutama belanja barang jasa dan belanja modal masih diangka 60 persen akibat adanya Inpres Nomor 1 tahun 2025.
"Dengan kondisi ini, maka APBD Kalimantan Tengah masih surplus Rp4.292,03 miliar, berbanding terbalik dari pagu yang direncanakan defisit, sehingga terdapat SILPA sebesar Rp6.745,78 miliar. Pemerintah daerah diharapkan dapat menerapkan manajemen kas yang lebih efektif, dengan memanfaatkan saldo kas di RKUD, secara produktif melalui investasi atau program-program strategis yang dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi regional di Kalimantan Tengah," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....