Tantangan Moderasi Beragama Era Digitalisasi

  • 26 Jan 2026 13:04 WIB
  •  Palangkaraya

‎RRI.CO.ID, Palangka Raya : Tantangan terbesar penerapan moderasi beragama di era digitalisasi saat ini masifnya serangan media sosial dari berbagai sumber. Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Umum Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalteng, Bulkani, Senin 26 Januari 2026.

‎"Sehingga kita agak sulit mengontrol. Orang bisa saling mempengaruhi satu sama lain dengan sangat cepat. Dia bisa belajar bukan hanya dari narasumber yang tepat, tetapi dia belajar dari semua orang dan semua sumber. Dalam konteks itulah orang bisa kemudian secara sengaja atau tidak sengaja disesatkan informasi yang berasal dari media sosial," katanya.

‎Bulkani menyebut, informasi-informasi digital ini, menyebabkan pola pikir masyarakat menjadi berubah. Karena ibarat berguru pada tempat dan pada orang yang salah yang berbeda. Sehingga memiliki persepsi tentang mengelola perbedaan, kebhinekaan.

‎‎"Sehingga itu menjadi negatif. Dia misalnya menolak keadaan lingkungannya, cenderung seperti itu. Nah ini saya kira tantangan terbesar kita, yaitu mengelola media masa ini secara arif dan bijaksana, khususnya pada generasi muda. Karena kan mayoritas pengguna media sosial ini generasi muda dan generasi muda ini ke depannya kan adalah para penerus bangsa. Para penerus yang ke depannya nanti mengelola bangsa ini kan adalah para generasi muda yang sekarang," ujarnya.

‎Moderasi beragama dapat dipahami sebagai sikap beragama yang seimbang, tidak berlebih-lebihan dan mengedepankan jalan tengah. Dalam konteks Indonesia, moderasi beragama berarti menjalankan ajaran agama dengan penuh keyakinan, namun tetap menghargai perbedaan dan keberadaan orang lain yang memiliki keyakinan berbeda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....