Cuaca Panas Ekstrem Tingkatkan Risiko Karhutla Palangka Raya

  • 22 Jan 2026 20:29 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Kondisi ini dipicu oleh suhu udara yang tinggi serta minimnya curah hujan.

Masyarakat asal Palangka Raya, Cyntia Baga, mengatakan kondisi cuaca di Palangka Raya dalam beberapa minggu terakhir terasa sangat panas dan terik. Bahkan, hujan belum turun sejak awal Januari 2026 sehingga memperparah keadaan.

“Ya saya sebagai warga Kota Palangka Raya turut merasakan panasnya Kota Palangkaraya akhir-akhir ini. Ditambah tidak adanya turun hujan sama sekali, dan diperparah oleh banyaknya kejadian kebakaran hutan di sekitar Kota Palangkaraya,” katanya, Kamis, 22 Januari 2026.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, mengimbau warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat meningkatkan risiko kebakaran di tengah cuaca panas. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan di tengah ancaman karhutla.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar, kemudian di samping itu juga dengan cuaca panas ekstrem seperti ini kita juga perlu meningkatkan kesadaran kita tentang kesehatan. Waspada terhadap dengan dampak yang ditimbulkan, kurangi berada di terik matahari karena pasti menganggu kesehatan,” katanya.

Masyarakat juga diimbau segera melaporkan kejadian darurat melalui layanan terpadu 112 agar dapat ditangani dengan cepat. Kolaborasi antara pemerintah dan warga diharapkan mampu menekan risiko karhutla selama musim panas ekstrem ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....