Toleransi Terjalin Erat, Umat Budha dan Hindu Kaharingan

  • 20 Apr 2025 12:44 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Pemandangan penuh keakraban dan kekhidmatan tampak dalam pelaksanaan ritual Balian Tame Huma Hai yang digelar oleh masyarakat masyarakat umat Hindu Kaharingan di Palangka Raya Kalimantan Tengah.

Tidak hanya dihadiri oleh penganut kepercayaan lokal, umat Buddha dari Mahamakut Buddhis University-Thailand juga turut hadir dan memberikan dukungan dalam ritual sakral ini.

Kehadiran lintas umat ini menjadi gambaran nyata toleransi dan harmoni antarumat beragama di pedalaman Kalimantan Tengah. Meski memiliki keyakinan berbeda, mereka bersatu dalam semangat saling menghargai budaya dan tradisi leluhur yang masih dijaga secara turun-temurun.

Ritual Balian Tame Huma Hai sendiri dipimpin oleh Basir atau Rohaniawan Hindu Kaharingan yang melakukan persembahan dan pembacaan mantra untuk memohon keselamatan. Umat Hindu Kaharingan yang hadir ikut memberikan sesajen dan turut dalam doa bersama, sebagai wujud penghormatan terhadap alam dan roh leluhur.

Ketua Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan (MBAHK) Pusat Palangka Raya Drs Wartel S Penyang mengatakan, momen seperti ini menjadi contoh penting dalam membangun keberagaman yang harmonis di Indonesia. Minggu, (20/4/2025).

“Ini bagian dari nilai-nilai Hindu Kaharingan, yaitu hidup berdampingan secara damai dengan semua makhluk dan menjaga keharmonisan alam. Kami sangat terbuka, dan menghargai kehadiran saudara-saudara dari agama lain yang datang bukan untuk menghakimi, melainkan mendukung,” ujarnya.

Kehadiran lintas umat dalam ritual ini tidak hanya mempererat tali persaudaraan, tetapi juga menjadi simbol bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan mampu menjembatani perbedaan keyakinan.

Di akhir ritual, seluruh peserta tanpa memandang agama duduk bersama menikmati hidangan tradisional yang disediakan oleh tuan rumah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....