Dapur SPPG MBG Ideal di Palangka Raya Harusnya Ada 52 Lokasi

  • 03 Apr 2025 18:48 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya : Untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden dan Wakul Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, yang resmi dijalankan mulai senin (6/1/2025) lalu.

Maka untuk wilayah Kota Palangka Raya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di perlukan 52 lokasi.

Menurut Kepala bidang kesehatan masyarakat Dinkes Palangka Raya Nur Ainawiyah mengatakan, usai dilakukan pemantauan maka dapur yang dimiliki untuk program MBG di Palangka Raya. Masih belum memadai hanya terdapat 1 dapur dan ideal kedepan harus menyediakan 52 lokasi dapur SPPG bagi pemenuhan MBG bagi peserta didik.” Memang di Palangka Raya sudah ada 3 SPPG namun yang ideal baru satu.Kedepan kita masih perlu 52 dapur SPPG lagi,”ujarnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SDN Percobaan Palangka Raya Srimulyati Mengatakan, untuk situasi yang ada saat ini beberapa sekolah tetap mendukung dan memberi dorongan kepada Pemerintah daerah agar program MBG ini, kedepan dapat lebih maksimal berjalan dengan dukungan dapur SPPG yang lebih memadai.Juga dengan variasi makanan yang lebih beragam, bagi peserta didik di sekolah.

”Kami berharap kedepan makanan bagi peserta didik dapat lebih variatif,”katanya,kamis(3042025).

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis dalam mewujudkan visi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk Indonesia Emas 2045. Program ini diluncurkan untuk mendukung salah satu dari delapan misi Asta Cita, yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Dan dalam pelaksanaannya, MBG bertujuan untuk mengatasi masalah gizi buruk dan stunting di Indonesia, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak-anak, kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui, serta meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air. Selain itu tujuan dan sasaran Program MBG untuk mengurangi angka malnutrisi dan stunting yang masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, khususnya pada kelompok rentan. meliputi balita, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Melalui program ini dapat memastikan bahwa kebutuhan gizi harian masyarakat, terutama di kalangan anak-anak dan ibu, dapat tercukupi dengan baik sesuai dengan standar Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....