Harga Jual Sapi Di Palangka Raya Naik Akibat Isu LSD
- 22 Jan 2023 20:51 WIB
- Palangkaraya
KBRN,Palangka Raya : Naiknya harga jual daging sapi di Kota Palangka Raya saat ini masih menjadi tanda tanya bagi masyarakat ,kenaikan daging sapi saat ini jauh dari harga sebelumnya yang hanya berkisar Rp.135.000-Rp.140.000 saat ini kisaran harga daging sapi telah tembus hingga Rp.155 .000 bahkan lebih.
Isu penyakit LSD kini membayangin usai adanya kasus Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK menyerang ternak di Indonesia. Akibatnya, pasokan ternak kembali dibatasi, seperti pada masa penyebaran PMK tahun 2022 lalu.
Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Rumah Potong Hewan atau UPTD RPH Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, drh Ganjar Priyatno minggu (220123) sebelum dikirimkan ke daerah lain, ternak yang berasal dari daerah terjangkit penyakit LSD harus diawasi oleh dokter hewan selama 28 hari. ketentuan ini menurut Ganjar merupakan ketentuan baru, di samping ketentuan terhadap penyakit PMK dan penyakit-penyakit lain,” saat ini lalu lintas ternak, khususnya sapi, kerbau, dan kambing dari daerah yang sudah terkena LSD sesuai ketentuan baru yaitu harus dilakukan vaksinasi LSD di daerah asal.”jelas Ganjar
Salah
seorang dokter hewan drh Brita Jaya
melalui pesan singkatnya mengatakan penyakit
LSD kulit yg disebabkan oleh virus dengan gejala benjolan2 pada seluruh permukaan kulit
sapi,” untuk sapi atau kerbau yang menderita penyakit ini sebaiknya
jangan dikonsumsi karena dagingnya juga rusak akibat penyakit LSD ini.”
terang Brita Jaya.
Sementara itu Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan atau Puskeswan Kota Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono menambahkan pihaknya tetap mengawasi hewan yang akan masuk ke wilayah Kalimantan Tengah dan juga harus bebas dari penyakit PMK maupun LSD.
Virus ini termasuk dalam keluarga Poxvirus dan menyebar melalui gigitan serangga yang terinfeksi, seperti nyamuk dan agas (sejenis lalat kecil). Gejala LSD pada sapi termasuk demam, pembesaran kelenjar limfe, dan perkembangan benjolan kulit atau nodul yang khas.
Saat ini pengawasan untuk penyakit LSD terus dilakukan Pemerintah melalui Dinas terkait hal ini mengakibatkan pasokan ternak yang masuk ke wilayah Kota Palangka Raya relatif terbatas.Hal ini pula yang membuat harga daging sapi sedikit naik dari harga sebelumnya , baik di Pasar Kahayan maupun Pasar Besar Palangka Raya .Karena untuk lalu lintas ternak, khususnya sapi, kerbau, dan kambing dari daerah yang sudah terkena LSD sesuai ketentuan baru harus dilakukan vaksinasi LSD di daerah asal, sebelum dilakukan pengiriman.
Selanjutnya juga diwajibkan dilakukannya pemantauan di bawah pengawasan dokter hewan berwenang, selama 28 hari selain itu terhambatnya pasokan sapi ke Kaliman Tengah akibat gelombang tinggi, ditambah adanya virus baru LSD usai penyakit Mulut dan Kuku-PMK berhasil ditangani Pemerintah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....