Perahu Tradisional Tetap Menjadi Andalan Transportasi di Katingan
- 04 Jan 2025 10:42 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya: Di era modernisasi yang terus berkembang, perahu tradisional masih menjadi alat transportasi utama bagi masyarakat di Kabupaten Katingan. Terutama bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Katingan, perahu menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Kabupaten Katingan, yang dikenal dengan jaringan sungai yang luas, memiliki medan geografis yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Hal ini menjadikan perahu tradisional, seperti klotok dan ces, sebagai pilihan utama untuk mobilitas warga, baik untuk mengangkut barang maupun bepergian dari satu desa ke desa lain.
Salah seorang nelayan desa Tewang Panjang Katingan, Iwan mengatakan perahu tradisional mudah digunakan di sungai-sungai kecil dan dangkal yang sulit dijangkau kendaraan bermotor. Sabtu, (4/1/2025).
Lebuh lanjut dikatakan, selain perahu dayung, masyarakat juga banyak yang memodifikasi perahu tradisional mereka dengan mesin tempel untuk meningkatkan efisiensi perjalanan. Perahu bermesin ini biasanya digunakan untuk mengangkut hasil bumi, seperti rotan, kayu, atau ikan, menuju pasar di kota kecamatan.
"Perahu ini sudah kami gunakan sejak dulu. Bukan hanya sebagai alat transportasi, tetapi juga untuk mencari nafkah, meskipun kini sudah ada akses jalan di beberapa wilayah, perahu tetap menjadi pilihan utama. Ini adalah warisan leluhur yang harus terus dilestarikan," ujarnya.
Dengan segala keunikannya, perahu tradisional di Katingan tidak hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga simbol keberlanjutan budaya dan adaptasi masyarakat terhadap kondisi geografis daerah mereka. Keberadaan perahu ini membuktikan bahwa tradisi bisa berjalan beriringan dengan perkembangan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....