Pinsar Kalteng Usulkan Pemerintah Terapkan HET Ayam
- 26 Des 2024 22:51 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya: Harga daging ayam segar dipastikan stabil seiring suplai ayam ke sejumlah pasar tradisional tidak mengalami kendali berarti, saat ini harga ayam masih berkisar Rp 35 sampai dengan Rp 40 ribu perkilogram.
Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Provinsi Kalimantan Tengah, Andi Bustan mengatakan harga ayam saat natal dan menjelang tahun baru masih relatif normal, karena sebagian besar peternak memanen ayam dan didistribusikan ke pasar palangka raya, belum lagi peternak dari Banjarmasin juga membantu menyuplai kebutuhan ayam perharinya mencapai 20 ekor lebih.
Andi menyebut, biasanya penyebab kelangkaan dan mahalnya daging ayam disebabkan oleh naiknya harga BBM dan harga pakan, ini menyebabkan harga modal di tingkat peternak terpaksa dinaikkan.
"Makanya saya mengusulkan adanya Harga Eceran Tertinggi untuk harga ayam, karena sering menjadi penyumbang inflasi, jika adanya HET tidak dimainkan," ujarnya.
Otomatis ketika sudah dijual ke pasar melonjak naik, adapun kebutuhan ketersediaan daging ayam mencapai sekitar 17-18 ribu ekor per hari, sedangkan permintaan mencapai 20 ribu ekor, sehingga untuk menutupi ketercukupan 3 ribu ekor disuplay dari Banjarmasin," ujarnya.
Sementara itu, Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian Palangka Raya Fajar Bhakti membenarkan, selama ini mendekati hari besar keagamaan seringkali harga kebutuhan pokok seringkali melonjak naik.
"Karena tingginya permintaan konsumen tidak diimbangi dengan stok membuat harga mahal, dan untuk perayaan natal kali ini masih relatif normal dan stabil," ujarnya, Kamis (26/12/2024).
Ia menambahkan, untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok belum lama ini pihaknya melakukan sidak pasar bersama pihak terkait, titik pantauan meliputi harga besar dan daging ayam segar, apabila ditemukan pedagang nakal, maka akan dilakukan pembinaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....