Rumah Betang Warisan Budaya Suku Dayak Kalimantan Tengah

  • 29 Nov 2024 19:21 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Rumah Betang, rumah adat khas suku Dayak di Kalimantan Tengah, menjadi salah satu warisan budaya yang kaya akan nilai filosofi dan sejarah. Rumah tradisional berbentuk panggung ini tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga simbol persatuan, kebersamaan, dan harmoni masyarakat Dayak.

Terletak di Desa Tumbang Gagu, Kabupaten Kotawaringin Timur, salah satu Rumah Betang tertua masih berdiri kokoh, menjadi saksi kehidupan masyarakat Dayak sejak ratusan tahun silam. Rumah ini memiliki panjang hingga 150 meter dan dihuni oleh beberapa keluarga besar.

Salah seorang pengujung Seniwati mengatakan lebih dari sekadar hunian, Rumah Betang juga menjadi pusat kegiatan adat dan spiritual. Ritual adat seperti tiwah (upacara kematian) sering digelar di rumah ini, diiringi tarian dan musik tradisional khas Dayak. Jumat, (29/11/2024).

Lebih lanjut dikatakan, Rumah Betang juga menjadi tempat musyawarah bagi masyarakat desa, mencerminkan semangat demokrasi lokal yang sudah mengakar sejak dulu. "Secara arsitektur, Rumah Betang dirancang untuk menyesuaikan dengan kondisi alam Kalimantan," ucapnya.

Didirikan di atas tiang-tiang tinggi, rumah ini mampu melindungi penghuninya dari banjir yang sering terjadi. Selain itu, kayu ulin yang digunakan sebagai material utama membuatnya tahan lama terhadap cuaca ekstrem.

“Dengan menjadikan Rumah Betang sebagai destinasi wisata, kami berharap generasi muda semakin mengenal dan mencintai budaya Dayak. Wisatawan juga bisa belajar tentang filosofi hidup masyarakat kami,” ujarnya.

Bagi masyarakat Dayak, Rumah Betang bukan hanya sebuah bangunan, tetapi representasi dari jati diri dan kebersamaan. Dengan berbagai upaya pelestarian yang dilakukan, Rumah Betang diharapkan tetap menjadi simbol kebudayaan Dayak yang hidup dan dikenal dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....