Lamang Dayak Kuliner Tradisional Kalteng yang Terus Dilestarikan

  • 17 Nov 2024 16:47 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Lamang, Kuliner tradisional khas Suku Dayak menjadi salah satu warisan budaya Kalimantan Tengah yang terus dipertahankan. Hidangan berbahan dasar beras ketan yang dimasak dalam ruas bambu ini tidak hanya menjadi simbol kearifan lokal, tetapi juga sajian istimewa yang kerap hadir dalam acara adat hingga perayaan hari besar keagamaan.

Lamang dibuat dengan cara unik yang memanfaatkan bahan-bahan alami. Beras ketan yang telah dicuci dicampur dengan santan kelapa segar, kemudian dimasukkan ke dalam ruas bambu muda yang dilapisi daun pisang. Proses memasaknya dilakukan di atas bara api hingga matang, menghasilkan aroma khas dari bambu dan daun pisang yang menyatu dengan ketan.

Salah seorang penggiat budaya Widiastuti, mengatakanLamang tidak hanya menjadi makanan, tetapi juga memiliki makna budaya yang mendalam. Hidangan ini sering disajikan dalam upacara adat Dayak seperti Tiwah (ritual penghormatan leluhur) atau saat menyambut tamu kehormatan.

Lebih lanjut dikatakan meski popularitasnya mulai menanjak, tantangan tetap ada dalam melestarikan lamang. Salah satunya adalah memastikan generasi muda tertarik mempelajari cara membuat dan memahami nilai budaya di balik makanan ini.

“Lamang melambangkan kebersamaan dan penghormatan. Setiap kali kami membuatnya, itu adalah momen untuk berkumpul dan berbagi cerita,” ujarnya.

Seiring dengan meningkatnya minat terhadap kuliner tradisional, lamang kini juga mulai dijual di pasar-pasar tradisional hingga restoran khas Dayak di Palangka Raya. Beberapa pengusaha bahkan mencoba memodifikasi lamang dengan menambahkan isian.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....