Baram, Minuman Tradisional Khas Dayak
- 28 Sep 2024 19:04 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya: Salah satu budaya masyarakat dayak adalah kebiasaan mengkonsumsi minuman Baram. Acara minum baram ini biasanya dilakukan jika ada acara khusus, seperti perayaan pernikahan, perayaan kebahagiaan, upacara ritual keagamaan, seperti Upacara Tiwah atau upacara memindahkan tulang belulang keluarga yang telah meninggal, Balian atau prosesi pengobatan, Mapalas atau upacara membuang sial atau membersihkan diri dari malapetaka.
Rika, kerap disapa Indang Inyong, mengatakan, minuman ini tidak hanya menyegarkan dengan perpaduan rasa pedas dan manisnya, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam budaya Suku Dayak. Pentingnya baram tuak dalam menjaga persaudaraan menjadi nyata, di mana minuman ini dianggap dapat mempererat tali persaudaraan ketika diminum bersama-sama.
"tuak ini memang sudah ada sejak dahulu, pada zaman tatu hiang itah atau nenek moyang kita, untuk pembuatan baram sendiri, saya tidak otodidak untuk membuat baram ini melainkan sudah diajarkan oleh orang tua saya, khususnya ibu. Ini menjadi bekal saya untuk membuka usaha ini," Katanya, Sabtu(28/9/2024).
Rika menambahkan, bahan pembuatan baram terbuat dari ragi, nila, enau, dan beras ketan menjadi bagian utama dalam pembuatan tuak. Beras akan ditumbuk menjadi sangat halus dan dicampurkan dengan rempah-rempah seperto kayu manis, adas dan juga lengkuas, serta akan dibuat menjadi sebuah adonan yang akan dicampur dengan air dan dibuat menjadi bulatan berukuran kepalan tangan. Bahan-bahan yang sudah dibuat seperti bulatan, dijemur sampai sering dengan jangka waktu tinga sampai empat minggu. Proses fermentasi, menunjukkan bahwa pembuatan baram tuak membutuhkan ketelitian dan pengetahuan yang mendalam.
Baram mengandung alkohol 3-10 persen. Kadar alkohol dapat berubah selamapenyimpanan. Kenaikan kadar alkohol terjadi akibat proses fermentasi yang terus berlangsung selama penyimpanan, sedangkan penurunannya karena proses esterifikasi, oksidasi, dan penguapan.
Oksidasi alkohol disebabkan suasana aerobik yang terjadi selama waktu penyimpanan, gula pereduksi, gas CO2, dan sedikit asam organik. Baram terbentuk dari reaksi antara zat tepung dengan enzim dan sedikit air, sehingga menghasilkan gula. Kemudian gula yang dihasilkan bereaksi lagi dengan enzim, sehingga menghasilkan alkohol dan gas CO2.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....