Melacak Sejarah Proses Masuknya Islam di Kalteng
- 20 Mar 2024 16:31 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya: Sebagai salah satu negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki sejarah panjang mengenai penyebaran agama Islam, salah satunya di Kalimantan Tengah (Kalteng). Agama ini telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
Dilansir dari website Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, penyebaran agama Islam di Kalteng tidak dapat dipisahkan dari peranan Kerajaan Kotawaringin dan Banjar yang merupakan salah satu kerajaan tertua di Kalimantan.
Sebelumnya, Kerajaan Banjar memerintahkan Abdul Qadir Assegaf atau Kyai Gede, seorang ulama asal Demak untuk menyebarkan agama Islam ke wilayah Kotawaringin pada 1559. Hingga akhirnya, ia bertemu dengan Adipati Antakusuma yang merupakan anak dari Sultan Musta’inubillah selaku Raja Kerajaan Banjar.
Kerajaan Kotawaringin (Kutarangin) pun berdiri pada 1673, kemudian Kiai Gede diangkat sebagai Mangkubumi pertama yang bergelar Adipati Gede Ing Kutaringin, untuk mendampingi Pangeran Adipati Antakusuma sebagai raja pertama.
Islamisasi pun terjadi saat Kiai Gede dan Anta Kusuma menetap di wilayah Kotawaringin. Bahkan saat ini, banyak peninggalan bersejarah yang menjadi bukti penyebaran agama Islam di wilayah tersebut, antara lain Masjid Kiai Gede, Astana Al Nurasari hingga Istana Kuning.
Bukti sejarah ini menandakan, penyebaran agama Islam di Kalteng tidak bisa lepas dari kajian sejarah Kerajaan Banjar dan Kotawaringin. Kedua kerajaan tersebut sangat berperan penting dalam proses masuknya Islam di wilayah berjuluk Bumi Tambun Bungai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....