Zakat Fitrah, Penyempurna Puasa Ramadan
- 10 Mar 2026 06:52 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Zakat fitrah menjadi salah satu ibadah wajib yang dilakukan umat Islam setelah menjalani puasa Ramadan. Selain sebagai kewajiban, zakat fitrah juga memiliki makna penting sebagai penyempurna ibadah puasa sekaligus bentuk kepedulian terhadap sesama.
Hal tersebut disampaikan oleh Ahmad Hanafi, S.E.I., M.E saat menjadi narasumber dalam program Mutiara Pagi Pro1 RRI Palangka Raya, Selasa 10 Maret 2026. Ahmad Hanafi menjelaskan bahwa zakat fitrah memiliki tujuan utama untuk membantu fakir miskin serta menyempurnakan ibadah puasa yang telah dijalankan selama Ramadan.
“Setelah kita berpuasa, ada ibadah wajib lainnya yaitu zakat fitrah. Tujuannya adalah membersihkan puasa, karena selama berpuasa mungkin saja kita masih melakukan hal-hal yang tidak menjaga nilai puasa, seperti membicarakan orang lain, berkata dusta, atau emosi yang tidak terkendali,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam kehidupan sehari-hari selama Ramadan, tidak jarang seseorang melakukan hal yang dapat mengurangi kesempurnaan ibadah puasa, seperti berkata yang tidak baik, marah, atau menggunakan waktu untuk kegiatan yang kurang bermanfaat. “Maka zakat fitrah hadir sebagai penyempurna ibadah puasa tersebut,” katanya.
Selain itu, zakat fitrah juga bertujuan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu agar dapat merasakan kebahagiaan di hari raya Idulfitri. “ Jadi hari raya bukan hanya milik orang kaya, tetapi semua orang bisa merasakan kebahagiaan dan saling berbagi,” ucapnya.
Menurutnya, terdapat beberapa hikmah dari pelaksanaan zakat fitrah. Pertama, membersihkan dan menyempurnakan ibadah puasa yang mungkin masih memiliki kekurangan. Kedua, menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Islam mengajarkan keseimbangan dalam kehidupan, sehingga tidak ada kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin,” ujarnya. Terkait bentuk pembayaran zakat fitrah, Ahmad Hanafi menjelaskan bahwa pada dasarnya zakat fitrah dianjurkan menggunakan makanan pokok, seperti beras.
“Yang utama memang menggunakan makanan pokok seperti beras. Akan tetapi di Indonesia banyak lembaga zakat yang juga menerima zakat fitrah dalam bentuk uang untuk kemudian disalurkan,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap Muslim. Hal ini termasuk bayi yang baru lahir, selama masih berada sebelum terbenamnya matahari pada malam Idulfitri.