Mengenal Cara Allah Mengabulkan Do'a
- 05 Mar 2026 18:24 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Dalam momentum bulan suci Ramadan, umat Islam diajak untuk lebih memahami makna doa sebagai bentuk kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Hj. Muslimah, M.Pd.I dalam acara Hikmah Ramadan pada Kamis 5 Maret 2026.
Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan bahwa hubungan Allah dengan hamba-Nya sangatlah dekat, bahkan melebihi apa yang bisa dibayangkan manusia. Allah dengan hamba-Nya itu seperti apa dekatnya? Apakah seperti saya dengan mikrofon ini? Itu masih terlalu jauh. Apakah seperti dekatnya saya dengan jilbab yang saya pegang ini? Itu juga masih terlalu jauh,” ujar Dr. Hj. Muslimah.
Ia menegaskan bahwa kedekatan Allah dengan manusia digambarkan dalam ajaran Islam sebagai lebih dekat daripada urat nadi. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada jarak antara hamba dengan Tuhannya.
“Artinya sangat dekat, bahkan tidak ada jarak antara hamba dengan Tuhannya. Kenapa dikatakan bahkan lebih dekat? Karena apa yang terjadi dengan diri kita lima menit ke depan, satu menit ke depan, kita tidak tahu. Tetapi Allah sudah tahu apa yang akan terjadi terhadap diri kita,” katanya.
Ia juga mengutip hadis sahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Tirmidzi yang menjelaskan bahwa doa merupakan ibadah yang sangat penting. Menurutnya, berdoa bukan sekadar anjuran, tetapi kewajiban bagi seorang hamba.
“Yang namanya perintah berarti wajib dan berdoa itu adalah wajib. Orang yang tidak mau berdoa disebut oleh Allah sebagai orang yang sombong,” ucapnya.
Namun demikian, Dr. Hj. Muslimah menjelaskan bahwa tidak semua doa dikabulkan Allah dengan cara yang sama. Setidaknya ada beberapa cara Allah mengabulkan doa hamba-Nya.
Pertama, doa dikabulkan secara langsung sesuai dengan yang diminta. Kedua, doa dikabulkan tetapi dalam waktu yang ditunda oleh Allah hingga waktu yang tepat.
Kemudian, doa tidak dikabulkan seperti yang diminta, tetapi diganti dengan sesuatu yang lebih baik. Keempat, doa diganti dengan hal lain yang berbeda namun tetap membawa kebaikan bagi yang memohon.
Berikutnya doa dikabulkan dalam bentuk yang menurut pandangan manusia kurang baik, seperti ketika seseorang berdoa agar sehat tetapi justru mengalami sakit. Meski demikian, ia menjelaskan bahwa sakit juga bisa menjadi kebaikan apabila diterima dengan ikhlas.
“Kalau sakit diterima dengan ikhlas, maka bisa menggugurkan dosa, mengangkat derajat, dan menghapus kesalahan. Banyak manfaat dari sakit apabila ikhlas menerimanya,” ujarnya.
Terakhir, ada doa yang tidak dikabulkan di dunia, tetapi dikabulkan oleh Allah di akhirat kelak. Melalui pemahaman ini, Ia mengajak umat Islam untuk tidak berhenti berdoa dan tetap berhusnuzan kepada Allah , karena setiap doa yang dipanjatkan pasti didengar dan memiliki hikmah di baliknya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....