Puasa Ramadan, Jalan Menuju Ketakwaan Sejati
- 03 Mar 2026 21:27 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Puasa merupakan ibadah wajib yang dijalankan umat Islam selama bulan Ramadan untuk menyucikan diri. Bukan hanya menahan lapar dan haus, ibadah ini juga bertujuan meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Ustadz MUI Kota Palangka Raya, Syairi Abdullah, mengatakan puasa memang erat kaitannya dengan ketakwaan sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Namun, nilai takwa tidak serta-merta didapatkan dengan mudah oleh setiap muslim yang menjalankan puasa.
"Orang yang berpuasa ini bisa saja memperoleh takwa, tapi bisa saja tidak memperolehnya. Jadi nilai takwa itu tidak bisa langsung didapatkan oleh orang yang berpuasa," katanya, saat mengisi program Hikmah Ramadan di Pro 1 RRI Palangka Raya, Senin, 2 Maret 2026.
Menurut Syairi, untuk meraih nilai takwa, umat Islam tidak cukup hanya menahan lapar, haus, dan menghindari hubungan suami istri di siang hari. Puasa juga harus dijalankan dengan melatih hawa nafsu batin agar mampu meraih kebaikan dan ridha Allah.
"Maka dari sisi hakikat ini, puasa tidak hanya menahan makan, menahan minum dan hubungan seksual di siang hari dan dengan niat karena Allah, tapi juga mampu mempuasakan batin, mempuasakan rohnya. Dengan puasa batin ini maka nilai takwa itu di hadapan Allah meningkat adanya," katanya.
Ia menjelaskan, secara syariat puasa dinyatakan sah apabila dilakukan dengan niat ikhlas sejak sebelum fajar serta menahan diri hingga terbenam matahari. Namun secara hakikat, puasa menuntut pengendalian diri yang lebih dalam, termasuk menjaga hati, pikiran, dan perilaku dari hal-hal yang merusak pahala.
Karena itu, Ramadan menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperbaiki diri secara lahir dan batin. Dengan menjalankan puasa secara utuh, diharapkan setiap muslim benar-benar mampu meraih derajat ketakwaan yang dicita-citakan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....