Hangatnya Kebersamaan dan Cerita di Meja Makan ketika Sahur

  • 28 Feb 2026 10:09 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Sahur adalah momen paling sunyi sekaligus paling hangat di bulan Ramadan. Ketika sebagian besar kota masih terlelap, lampu-lampu dapur mulai menyala. Suara peralatan makan yang beradu pelan dan aroma masakan sederhana menjadi penanda bahwa hari puasa akan segera dimulai.

Di meja makan, suasana terasa berbeda. Kantuk masih tersisa, namun percakapan kecil mengalir ringan. Ada yang saling mengingatkan untuk minum cukup air, ada pula yang bercanda agar rasa kantuk tak terlalu terasa. Sahur bukan hanya soal mengisi energi, tetapi juga mempererat kebersamaan dalam keheningan dini hari.

Menu sahur sering kali sederhana. Nasi hangat, lauk praktis, dan segelas teh atau air putih. Namun kesederhanaan itu justru menghadirkan rasa syukur yang lebih dalam. Di tengah keterbatasan waktu dan rasa kantuk, terselip niat kuat untuk menjalani puasa dengan penuh kesabaran.

Bagi sebagian orang, sahur juga menjadi momen refleksi pribadi. Setelah makan usai dan waktu subuh mendekat, suasana berubah lebih khusyuk. Doa-doa dipanjatkan, harapan baru disematkan untuk hari yang akan dijalani.

Momen sahur adalah awal dari perjalanan harian di bulan Ramadan. Dalam suasana yang hening dan sederhana, tersimpan makna tentang niat, kebersamaan, dan kesiapan menahan diri sepanjang hari.

Keberkahan Sahur dalam Perspektif Spiritual

Pentingnya momen ini tidak hanya terletak pada asupan nutrisi, tetapi juga pada keberkahan yang menyertainya. Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD) Al-Bahjah, Buya Yahya, dalam berbagai tausiyahnya sering menekankan bahwa sahur adalah sunnah yang sangat dianjurkan.

Mengutip pesan Rasulullah SAW, Buya Yahya menjelaskan bahwa seluruh rangkaian sahur adalah sumber kebaikan. Sahur juga bukan sekedar aktivitas makan dini hari, namun menjadi pembeda antara puasa umat Islam dengan umat lainnya, serta ada doa para malaikat bagi mereka yang bersahur.

"Sahur itu semuanya berkah; makannya, minumnya, bangunnya, dan seterusnya. Maka jangan kau tinggalkan, biarpun hanya dengan meneguk seteguk air," ujarnya seperti dikutip dalam kanal Youtube Al-Bahjah TV, pada Sabtu, 28 Februari 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....