Manfaat Merayakan Ramadan

  • 19 Feb 2026 18:22 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Bulan suci Ramadan bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga, tetapi juga waktu terbaik untuk meraih limpahan rahmat dan pahala dari Allah SWT. Hal ini disampaikan Dr. H. Akhmad Supriadi, M.Si selaku Wakil Dekan III FUAD UIN Palangka Raya dalam acara Hikmah Ramadan, Kamis 19 Februari 2026.

Menurutnya, Ramadan memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki bulan lainnya. “Bulan yang diturunkan Alquran ini saja sudah menunjukkan keistimewaan bulan Ramadan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Ramadan adalah bulan yang berlimpah rahmat, berkah, dan pahala dari Allah Subhanahu wa ta’ala. Keutamaannya bahkan ditegaskan dalam hadis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

“Bulan suci Ramadan ini adalah bulan yang berlimpah ruah rahmat, berkah, pahala dari Allah Subhanahu wa ta’ala, berbeda dengan bulan lainnya. Ini saja sudah menunjukkan mengapa kita mesti merayakan Ramadan,” katanya.

Dr. Akhmad Supriadi mengibaratkan limpahan pahala di bulan Ramadan seperti curah hujan yang sangat deras. Jika di luar Ramadan pahala diberikan sebagaimana biasa, maka di bulan suci ini ganjarannya dilipatgandakan.

“Dalam hadis disebutkan pintu-pintu surga dibuka oleh Allah. Artinya, saking melimpahnya pahala dan ganjaran itu, seakan-akan surga itu gratisan," ujarnya.

Ia menambahkan, banyaknya pintu surga menggambarkan beragam amalan yang dapat mengantarkan seseorang menuju kebaikan. “Surga itu banyak pintunya karena yang masuk juga berbeda-beda amalannya. Ada yang masuk surga karena zikirnya, ada yang karena senyumnya, ada yang karena sedekahnya, rajin puasanya, atau karena salatnya,” ucapnya.

Selain pintu surga yang dibuka, ia juga menyebutkan bahwa pintu-pintu neraka ditutup. Hal tersebut menunjukkan betapa besarnya kasih sayang Allah kepada hamba-Nya di bulan Ramadan.

Lebih lanjut, ia mengingatkan tentang keutamaan Lailatul Qadar sebagaimana disebutkan dalam Alquran, malam yang lebih baik dari seribu bulan atau setara lebih dari 83 tahun ibadah.

“Bayangkan, usia manusia sekarang banyak yang di bawah 83 tahun. Tapi dalam Ramadan ada satu malam yang nilainya melebihi itu. Karena itu, Ramadan harus benar-benar dirayakan dengan meningkatkan ibadah,” ujarnya.

Ia pun mengajak umat Islam untuk memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum perubahan diri. Dengan terbukanya pintu-pintu surga dan tertutupnya pintu-pintu neraka, Ramadan menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....