Pola Makan Erling Haaland Dukung Performa Puncak di Lapangan Hijau

  • 11 Jul 2026 00:33 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Erling Haaland dikenal sebagai salah satu pesepak bola elite dunia yang menerapkan pola makan sangat disiplin untuk menunjang performanya di lapangan. Dilansir dari laman Economic Times, striker asal Norwegia tersebut dikabarkan mengonsumsi sekitar 6.000 kalori setiap hari guna memenuhi kebutuhan energi dari latihan dan pertandingan berintensitas tinggi.

Menu harian Haaland didominasi makanan utuh atau whole foods, seperti telur segar, roti sourdough, madu lokal, susu mentah, serta potongan daging sapi berkualitas. Ia juga mengonsumsi organ dalam seperti hati dan jantung sapi yang dikenal kaya vitamin, mineral, dan protein.

Rutinitas pagi Haaland dimulai dengan menikmati secangkir kopi, mendapatkan paparan sinar matahari, kemudian menyantap sarapan sederhana namun bergizi. Kebiasaan tersebut diyakini membantu menjaga kebugaran sekaligus mempersiapkan tubuh menghadapi aktivitas fisik sepanjang hari.

Selain memperhatikan jenis makanan, Haaland lebih memilih bahan pangan alami dibandingkan suplemen atau makanan olahan. Pendekatan ini mendapat apresiasi dari sejumlah pakar kesehatan karena menekankan konsumsi makanan bernutrisi tinggi dan minim proses pengolahan.

Steak menjadi salah satu menu utama dalam pola makan Haaland karena kaya protein yang dibutuhkan untuk pembentukan dan pemulihan massa otot. Namun, kebutuhan kalori yang sangat tinggi tersebut disesuaikan dengan aktivitas fisik ekstrem sebagai atlet profesional sehingga tidak dapat disamakan dengan kebutuhan masyarakat umum.

Pemulihan kondisi tubuh juga menjadi bagian penting dari rutinitas Haaland selain menjaga asupan makanan. Haaland juga menerapkan berbagai metode pemulihan fisik dan mengaku terinspirasi oleh Cristiano Ronaldo dalam menjaga kebugaran serta konsistensi performa.

Meski pola makan Haaland menarik perhatian publik, para ahli mengingatkan bahwa kebutuhan nutrisi setiap orang berbeda sesuai usia, aktivitas, dan kondisi kesehatan. Karena itu, masyarakat sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau ahli gizi sebelum meniru pola makan berkalori tinggi seperti yang dijalankan atlet profesional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....