Aturan Baru FIFA: Dilarang Menutup Mulut

  • 09 Jul 2026 19:33 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Piala Dunia 2026 tidak hanya menyuguhkan persaingan tim-tim terbaik dunia, tetapi juga menjadi ajang penerapan sejumlah regulasi baru yang telah disahkan FIFA bersama International Football Association Board (IFAB). Perubahan tersebut merupakan bagian dari pembaruan Laws of the Game yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pertandingan sekaligus menjawab berbagai tantangan dalam sepak bola modern.

Kepala Petugas Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, menjelaskan bahwa amandemen aturan ini difokuskan untuk mengatasi diskriminasi, mengurangi praktik membuang waktu, meningkatkan tempo pertandingan, serta memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pemain maupun penonton. Menurutnya, pembaruan regulasi tersebut diharapkan mampu menciptakan permainan yang lebih adil, terbuka, dan kompetitif.

Salah satu aturan baru yang menjadi sorotan adalah larangan bagi pemain menutup mulut menggunakan tangan, lengan, atau kaus ketika terlibat dalam situasi konfrontasi di lapangan. Tindakan tersebut kini dapat berujung pada hukuman kartu merah karena dinilai berpotensi menyembunyikan ucapan yang mengandung unsur pelanggaran, termasuk diskriminasi.

Meski demikian, FIFA menegaskan ketentuan tersebut tidak berlaku apabila pemain menutupi mulut saat melakukan percakapan biasa dengan rekan setim maupun pemain lawan tanpa adanya unsur konfrontasi. Dengan demikian, aturan ini lebih ditujukan untuk menjaga transparansi komunikasi dalam momen-momen yang berpotensi memicu pelanggaran.

Penerapan regulasi tersebut tidak lepas dari kasus yang melibatkan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, yang dituduh melontarkan hinaan diskriminatif kepada Vinicius Jr sambil menutupi mulut menggunakan kaus. Kasus itu berujung pada sanksi larangan bermain dari UEFA dan menjadi salah satu pertimbangan lahirnya aturan baru.

Melalui pembaruan ini, FIFA dan IFAB menegaskan komitmennya dalam memperkuat upaya pemberantasan diskriminasi sekaligus meningkatkan transparansi di lapangan. Regulasi baru tersebut diharapkan mampu menciptakan atmosfer pertandingan yang lebih sportif dan menjunjung tinggi nilai-nilai fair play pada Piala Dunia 2026 maupun kompetisi internasional lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....