Pengprov Percasi Kalteng Gelar Seleksi Catur menuju Japfa, 30 Pecatur Adu Strategi

  • 11 Mei 2026 16:03 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Sebanyak 30 atlet catur mengikuti seleksi Menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) catur Japfa Fide Rated Chess Turnamen 2026 di Jakarta. Kegiatan seleksi yang diinisiasi Pengprov Persatuan Catur Seluruh Indonesia Kalimantan Tengah (Percasi Kalteng) ini digelar di Hotel Dandang Tingang selama 3 hari, Senin-Rabu, 11-13 Mei 2026.

Ketua Pelaksana, Suparman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan ajang seleksi terbuka untuk menentukan wakil Kalimantan Tengah pada Kejuaraan Nasional catur Japfa di Jakarta. “Ini merupakan open tournament, siapa saja bisa bermain. Output-nya mencari pemenang yang nantinya menjadi perwakilan Kalteng mengikuti Kejurnas Japfa di Jakarta,” ujarnya, Senin, 11 Mei 2026.

Ia menjelaskan, peserta merupakan utusan dari masing-masing pengurus kabupaten dan kota Percasi di Kalimantan Tengah yang mengirim minimal dua pecatur terbaiknya.

Dalam seleksi tersebut, peserta akan bertanding menggunakan sistem Swiss enam babak. Dari hasil pertandingan akan dipilih tiga pecatur terbaik sebagai wakil Kalimantan Tengah.

“Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari. Hari pertama dua babak, kemudian dilanjutkan hingga final. Kami berharap seluruh peserta bermain sportif dan mengikuti aturan yang berlaku,” katanya.

Sementara itu, Ketua Harian Pengprov Percasi Kalteng, Hasanudin, didampingi Sekretaris Umum Ilham Busra, mengatakan semakin banyak turnamen catur di Kalimantan Tengah diharapkan mampu meningkatkan kemampuan para atlet daerah. Menurutnya, tahun ini menjadi momentum penting bagi Kalimantan Tengah karena Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dipercaya memimpin Percasi pusat.

“Kepada para pecatur manfaatkan kegiatan ini dengan maksimal, tunjukkan kemampuan terbaik, jaga sportivitas, dan selamat bertanding,” ujarnya.

Pada technical meeting, Wasit Nasional Rahman menjelaskan seluruh peserta wajib mematuhi peraturan Federasi Catur Internasional (FIDE), termasuk larangan membawa telepon genggam saat pertandingan berlangsung. “Seluruh peserta adalah atlet pilihan dari pengurus kabupaten dan kota Percasi. Bermainlah secara sportif dan tunjukkan kemampuan terbaik tanpa melakukan kecurangan,” katanya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....