Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut

  • 19 Sep 2026 21:25 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kabut asap yang menyelimuti Kota Palangka Raya masih cukup tebal hingga Jumat, 18 September 2026, sore. Kondisi ini pun berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, I Made Darmawan, mengatakan beberapa pesawat telah melakukan pembatalan dan penundaan penerbangan, baik keluar maupun masuk bandara. Kebijakan ini dilakukan melihat kondisi kabut asap yang semakin tebal dengan jarak pandang minim yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan.

“Memang penyebab faktor utama dari gangguan operasional penerbangan ini adalah faktor cuaca. Karena memang kabut asap sampai saat ini belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Di mana jarak pandang saat ini mencapai angka 700 meter. Sedangkan memang jarak aman untuk keselamatan penerbangan, untuk take-off dan landing itu kisaran 1.500 sampai 2.000 meter," katanya, Jumat, 18 September 2026.

Sementara itu, salah satu penumpang pesawat menuju Riau, Benturuan, mengatakan pihaknya memaklumi kebijakan penundaan penerbangan di tengah kondisi kabut asap. Meski begitu, dirinya berharap pemerintah dapat menangani dengan baik dan serius karhutla yang masih terjadi untuk mengurangi berbagai dampak yang ditimbulkan.

“Ya kita maklum keadaan ini, tapi memang karena kebetulan ada perjalanan, ya pesawat juga pasti terganggu seperti ini ya. Kita pasrah lah gitu. Tapi harapan penanganan ini apa dibiarkan begitu saja, atau memang ada penanganan, karena kabarnya kan ini berlanjut panjang kemarauannya. Kalau ini terusan bagaimana gitu loh," katanya.

Gangguan penerbangan juga terjadi pada Kamis, 17 September 2026, ketika seluruh penerbangan yang keluar maupun masuk Bandara Tjilik Riwut belum dapat mendarat. Dari 18 rencana penerbangan yang tersedia saat itu, seluruhnya terpaksa dibatalkan akibat kondisi jarak pandang yang tidak memenuhi batas aman penerbangan.

Pada Jumat, 18 September 2026, terdapat kembali 18 rencana penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, namun sejumlah penerbangan telah dibatalkan. Garuda Indonesia dan Super Airjet tujuan Surabaya tercatat telah melakukan pembatalan, sementara pihak bandara masih menunggu keputusan dari Citilink dan Batik Air terkait kondisi penerbangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....