Kinerja APBN hingga 31 Agustus 2026 Terjaga Baik, Pendapatan Tumbuh 25,4 Persen
- 18 Sep 2026 10:36 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID. Palangka Raya – Kementerian Keuangan Republik Indonesia melaporkan bahwa kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 31 Agustus 2026 tetap terjaga dengan baik. Pendapatan negara tumbuh tinggi sebesar 25,4 persen year-on-year (yoy), sementara belanja negara meningkat 17,1 persen yoy. Defisit APBN berhasil dijaga dalam batas aman dan terkendali, menunjukkan peran APBN yang konsisten dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam konferensi pers bertajuk “APBN Kita: Kinerja dan Fakta”, Menteri Keuangan, Suahasil Nazara memaparkan bahwa pendapatan negara mencapai Rp2.055,69 triliun, sedangkan belanja negara sebesar Rp2.295,7 triliun. Dengan demikian, defisit APBN tercatat Rp240,1 triliun atau setara 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, keseimbangan primer menunjukkan surplus Rp154,0 triliun, menandakan pengelolaan fiskal yang semakin sehat.
Suahasil Nazara menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan efektivitas kebijakan fiskal dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global. “Pendapatan tumbuh tinggi, belanja terus meningkat, dan defisit tetap terkendali. APBN terus berperan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.
Kinerja positif ini didukung oleh peningkatan penerimaan perpajakan, kepabeanan dan cukai, serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Di sisi belanja, pemerintah pusat dan kementerian/lembaga terus memperkuat program prioritas, termasuk transfer ke daerah untuk pemerataan pembangunan.
Dengan tren pertumbuhan yang kuat dan defisit yang terjaga, APBN 2026 menjadi instrumen penting dalam menjaga momentum ekonomi Indonesia menuju arah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....