Merayakan Hari Perdamaian Internasional Bersama Pemuda Lintas Agama
- 17 Sep 2026 07:18 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Jakarta - Semangat toleransi dan saling mengenal antar umat beragama dan berkeyakinan kembali diwujudkan melalui kegiatan Peace! Project, sebuah inisiatif dari Global Peace Foundation (GPF) Indonesia.
Kali ini puluhan pemuda dari berbagai latar belakang agama dan keyakinan berkumpul di Sanggar Candi Busono Ganefo, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dengan tujuan mengenal lebih dekat ajaran serta budaya Penghayat Kepercayaan, Sapta Darma.
Dengan mengusung tema “Celebrating Peace Beyond Differences”, kegiatan Peace! Project yang dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026, ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan International Day of Peace 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan ruang yang aman, inklusif, dan edukatif.
Dengan adanya dialog terbuka serta interaksi langsung antar peserta. Sekitar 50 peserta turut terlibat, terdiri dari relawan Peace! Project, pemuda lintas iman, serta penghayat kepercayaan Sapta Darma.
Seluruh pihak yang terlibat mengikuti setiap rangkaian acara dengan baik dalam mengedepankan nilai perdamaian. Aven, selaku ketua penyelenggara Peace! Project, perwakilan Global Peace Foundation Indonesia menyampaikan bahwa Peace! Project merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap bulannya sebagai ruang bagi para pemuda untuk saling mengenal dan belajar tentang keberagaman.
Melalui kegiatan ini dengan harapan dapat memberikan pengalaman langsung bagi para peserta agar mereka tidak hanya mendapatkan pemahaman melalui materi, tetapi juga dapat mengenal dan merasakan secara langsung kehidupan, ajaran, serta budaya dari teman-teman penghayat kepercayaan Sapta Darma.
Selama acara berlangsung, para peserta diajak untuk mengikuti serangkaian pemaparan materi mengenai ajaran Sapta Darma, melakukan pengenalan di lingkungan sanggar, hingga berdiskusi interaktif. Serta, pembelajaran singkat mengenai tata cara sujud oleh teman-teman penghayat kepercayaan sapta darma.
Tidak hanya paparan materi dan diskusi kelompok (Focus Group Discussion), antusiasme peserta terlihat saat mengikuti Fun Activity. Para pemuda belajar Tembang Jawa tradisional bersama komunitas Sapta Darma.
Peserta sangat antusias dan memperlihatkan nilai toleransi saat acara berlangsung. Dengan menyimak setiap informasi yang dijelaskan, mengikuti latihan tata cara kebiasaan yang teman-teman penghayat lakukan, hingga aktif dalam sesi tanya jawab.
“Dari kegiatan ini, saya jadi lebih memahami bahwa toleransi bukan hanya sekedar menerima adanya perbedaan, tetapi juga tentang kemauan untuk mengenal dan menghargai satu sama lain.” ujar Rima, salah satu peserta Peace! Project.
Sebagai bagian dari penyelenggaraan kegiatan, para relawan Peace! Project juga turut terlibat dalam menciptakan ruang pertemuan dan mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung.
“Yang paling berkesan adalah melihat peserta yang awalnya belum saling mengenal bisa berbaur dan mengikuti seluruh kegiatan bersama. Dari sini saya belajar bahwa membangun perdamaian tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi bisa dimulai dari satu pertemuan kecil.” ujar Nayla, relawan Peace! Project.
Suasana keakraban ditutup dengan sesi kuis interaktif, penyerahan cenderamata, dan foto bersama. Melalui pelaksanaan Peace! Project bersama warga Sapta Darma ini, GPF Indonesia berharap pengalaman yang didapatkan oleh para pemuda dapat memupuk kesadaran.
Bahwa pada dasarnya seluruh manusia adalah satu keluarga, serta memperkuat komitmen generasi muda dalam menjaga perdamaian dan toleransi di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....