HUT ke-80 Bhayangkara, Polda Kalteng Raih Penghargaan Tertinggi dari Presiden
- 01 Jul 2026 19:27 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah berhasil meraih penghargaan Nugraha Sakanti, penghargaan tertinggi dari Presiden Republik Indonesia, yang diterima Kapolda Kalimantan Tengah dalam upacara di Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026. Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol Budi Rachmat, mengatakan penghargaan diterima langsung oleh Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol. Iwan Kurniawan.
"Prestasi luar biasa tentu ini karena dukungan dari seluruh personil Polda Kalteng dan masyarakat Kalteng sehingga kami, Polda Kalteng, berhasil dipercaya memperoleh penghargaan tertinggi dari Presiden," ucapnya.
Kombes Pol Budi Rachmat mengatakan, keberhasilan pembangunan hanya dapat diwujudkan apabila stabilitas keamanan tetap terjaga. Menurutnya, komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan tugas kepolisian yang semakin profesional, responsif, dan humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Sepanjang satu tahun terakhir situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kalimantan Tengah secara umum tetap kondusif. Berbagai operasi kepolisian berjalan dengan baik sehingga mampu menjamin kelancaran agenda pemerintahan, pembangunan, aktivitas perekonomian, maupun kehidupan sosial masyarakat," ujarnya.
Menurut Budi, pelayanan yang cepat merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Di sisi lain, Polda Kalimantan Tengah juga terus mendukung berbagai program strategis pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Bersama pemerintah daerah, TNI, kelompok tani, dan para pemangku kepentingan, Polda Kalimantan Tengah turut mengawal program swasembada jagung dengan hasil panen lebih dari 5.000 ton. Selain itu, Polda juga mendukung pembangunan 28 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terdiri atas 18 unit yang telah beroperasi.
Sementara itu, Pengurus Pemuda Pancasila, Adhie Abdhian, menilai kinerja Polda Kalimantan Tengah menunjukkan peningkatan yang signifikan, khususnya dalam penyelesaian persoalan sosial kemasyarakatan melalui pendekatan keadilan restoratif.
"Penyelesaian perkara lebih mengedepankan musyawarah mufakat dan perdamaian tanpa harus selalu berujung pada proses hukum. Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan nilai budaya Huma Betang yang menjunjung tinggi kebersamaan dan kekeluargaan, sehingga sejumlah persoalan besar dapat diselesaikan secara damai," katanya.
Pada tahun ini, mengusung tema "Polri untuk Masyarakat", menekankan bahwa seluruh pelaksanaan tugas kepolisian harus berorientasi pada kepentingan masyarakat. Tema tersebut mencerminkan komitmen Polri bahwa keamanan bukanlah tujuan akhir, melainkan fondasi utama agar pembangunan dapat berjalan, perekonomian tumbuh, investasi berkembang, dan masyarakat dapat menjalankan kehidupan dengan aman, tenteram, serta sejahtera.
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 menjadi momentum untuk menegaskan kembali perjalanan panjang pengabdian Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....