Atasi Kenaikan Harga, Kemendagri Dorong Daerah Perbanyak Tanam Cabai

  • 09 Jun 2026 21:43 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, meminta seluruh pemerintah daerah menggalakkan gerakan menanam cabai sebagai langkah konkret mengendalikan inflasi, khususnya yang dipicu kenaikan harga bahan pangan. Hal tersebut disampaikan Tomsi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 dan Sosialisasi Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal, Senin, 8 Juni 2026.

Menurutnya, tingginya harga cabai tidak dapat terus diatasi hanya dengan mengandalkan distribusi pasokan dari daerah lain. Peningkatan produksi di tingkat lokal dinilai menjadi solusi yang lebih efektif untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Mei 2026, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,39 persen. Dari kelompok tersebut, cabai merah menjadi komoditas dengan tekanan inflasi tertinggi setelah mengalami kenaikan harga sebesar 25,64 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,08 persen.

“Tingginya harga cabai tidak terlepas dari besarnya industri pengolahan yang menyerap hasil produksi. Kondisi ini membuat ketersediaan cabai untuk konsumsi rumah tangga menjadi semakin terbatas,” ujarnya.

Karena itu, Tomsi mendorong pemerintah daerah mengambil langkah lebih proaktif dengan meningkatkan produksi cabai di wilayah masing-masing, terutama di daerah yang memiliki tingkat konsumsi cabai cukup tinggi.

Sementara itu, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Palangka Raya sekaligus pengamat ekonomi, Dr. Fitria Husnatarina, mengatakan inflasi umumnya terjadi akibat kelangkaan barang yang banyak dikonsumsi masyarakat. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor, seperti keterbatasan produksi maupun ketergantungan pasokan dari daerah lain.

“Banyak faktor yang mengakibatkan inflasi di daerah, salah satunya kelangkaan produk dan produk tersebut tidak dihasilkan di daerah itu sendiri. Hal inilah yang kemudian memicu kenaikan harga,” katanya.

Fitria menambahkan, perubahan pola konsumsi masyarakat juga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi, inflasi, sektor moneter, hingga struktur produksi nasional. Oleh karena itu, diperlukan berbagai kebijakan yang tepat, mulai dari pengendalian harga, subsidi, edukasi keuangan, dukungan terhadap UMKM, hingga kebijakan fiskal dan moneter yang terukur untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....