Prajurit Satgas Yonif 621/Manuntung Kalsel Sentuh Hati Warga Sinak
- 20 Mei 2026 12:58 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Papua - Dinginnya udara Pegunungan Tengah Papua tidak menyurutkan semangat para prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 621/Manuntung Kalimantan Selatan (Kalsel). Justru di tengah suhu yang menggigit itulah, kehangatan kepedulian mereka semakin terasa nyata.
Selasa, 19 Mei 2026, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah menjadi saksi momen yang mengharukan. Dipimpin Letda Inf Daniel Nababan, puluhan prajurit turun langsung menemui warga, bukan dengan senjata di depan, melainkan dengan uluran tangan yang tulus.
Ratusan pakaian layak pakai dibagikan satu per satu. Tak hanya itu, mushaf Alkitab pun turut diserahkan kepada warga dan tokoh agama setempat — sebuah gestur yang jauh melampaui tugas penjagaan perbatasan biasa.
Senyum kelegaan mekar di wajah warga, dari orang tua hingga anak-anak kecil yang menerima bingkisan dengan mata berbinar. Bagi masyarakat Sinak yang dikenal memiliki iman yang kuat, sentuhan spiritual ini terasa begitu bermakna di tengah keterbatasan yang mereka hadapi sehari-hari.
Letda Inf Daniel Nababan menjelaskan filosofi di balik aksi ini dengan lugas. "Kami hadir bukan hanya menjalankan tugas menjaga wilayah, tetapi juga ingin menjadi bagian dari masyarakat Papua. Melalui kegiatan ini kami berharap dapat membantu warga sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antara TNI dan masyarakat." ujarnya.
Menurutnya, kepedulian terhadap kebutuhan sosial dan spiritual masyarakat adalah kunci membangun rasa aman dan kebersamaan yang kokoh di tanah Papua Tengah.
Kepedulian para prajurit tidak berhenti pada pembagian sandang. Tim kesehatan Satgas Yonif 621/Mtg ikut bergerak, membuka pos pelayanan kesehatan lapangan secara cuma-cuma. Pemeriksaan dasar, pengecekan tekanan darah, hingga pengobatan ringan diberikan langsung kepada warga yang selama ini sulit mengakses fasilitas medis.
Ini adalah bentuk perhatian yang menyeluruh fisik, sosial, sekaligus spiritual. Dansatgas Yonif 621/Manuntung Kalsel, Letkol Inf Eko Arif Chrestianto, menegaskan bahwa pendekatan humanis ini bukan program sesaat, melainkan komitmen jangka panjang.
"Menjaga Papua berarti menjaga masa depan Indonesia. Karena itu kami akan terus hadir untuk masyarakat, membantu kesulitan mereka, dan menjaga kedamaian di tanah Papua." katanya.
Di balik seragam loreng yang gagah, tersimpan hati yang besar. Aksi bakti sosial di Sinak ini bukan sekadar program, ia adalah potret kemanunggalan TNI dan rakyat yang sesungguhnya. Sebuah pengingat bahwa menjaga negeri bukan hanya soal senjata, melainkan juga soal rasa, kepedulian, dan persaudaraan yang hidup di antara sesama anak bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....