Teknologi SWRO Mungkinkan Produksi Garam Saat Musim Hujan

  • 09 Feb 2026 22:49 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Indramayu - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi memperkenalkan inovasi Teknologi Evaporasi Pergaraman Tunnel-Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Teknologi ini menjadi solusi mutakhir bagi petambak untuk tetap memproduksi garam berkualitas tinggi sepanjang tahun, tanpa bergantung pada musim.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara, menyatakan bahwa penerapan mesin SWRO di sektor pergaraman ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di Indonesia. Selain menjamin konsistensi produksi, teknologi ini juga menghasilkan produk sampingan berupa air bersih untuk masyarakat pesisir.

Mekanisme SWRO bekerja dengan menyaring air laut dan memisahkan zat berbahaya, sehingga menghasilkan air laut pekat dengan kadar 15 derajat Baume (BE). Kualitas bahan baku yang murni ini membuat proses kristalisasi garam menjadi jauh lebih singkat.

"Proses kristalisasi dapat berlangsung lebih singkat, sekitar tiga hingga lima hari. Produksi menjadi lebih efisien, hasilnya pun lebih konsisten dan bermutu industri," ujar Koswara dalam keterangan resmi yang diterima RRI, Rabu, 4 Februari 2026.

Ketua Koperasi Produsen Sae Nalendra Darma Raga, Carmadi, menyambut positif bantuan teknologi ini. Menurutnya, integrasi sistem tunnel dan geomembran membuat garam yang dihasilkan jauh lebih putih dan bersih sesuai standar industri.

"Sangat membantu, khususnya saat musim hujan. Dengan sistem ini, kami tidak lagi bergantung sepenuhnya pada cuaca dan dalam waktu sekitar lima hari sudah bisa panen," kata Carmadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....