40 Unit Pengolahan Ikan Kantongi Izin Ekspor ke Tiongkok
- 02 Feb 2026 08:58 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak 40 UPI (Unit Pengolahan Ikan) mendapatkan approval number atau lisensi izin resmi ekspor ikan oleh General Administration of Customs of the People's Republic of China/GACC (otoritas kompeten Tiongkok). Hal ini dipastikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) lewat siaran pers yang diterima RRI Palangka Raya pada Senin, 2 Februari 2026.
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, mengutarakan telah memiliki perjanjian bilateral kesetaraan sistem jaminan mutu produk perikanan atau Mutual Recognition Arrangement (MRA) dengan GACC. Hal ini yang menjadi dasar melakukan negosiasi untuk meyakinkan otoritas Tiongkok menyetujui usulan approval number baru bagi UPI.
"Baru-baru ini saya mendapatkan notifikasi dari mitra kami GACC bahwa mereka menyetujui menerbitkan approval number bagi 40 UPI. Hal ini tentunya menjadi angin segar bagi dunia usaha perikanan Indonesia serta peluang diversifikasi produk ekspor apalagi menjelang Tahun Baru Imlek 2026," ujar Ishartini.
Ishartini menambahkan, saat ini terdapat 1.080 jenis komoditas perikanan yang diekspor dari Indonesia ke Tiongkok. Adapun untuk kinerja ekspor ke Tiongkok tahun 2025 volumenya sebesar 491.528 ton dengan nilai 1.040.346.614 dolar AS atau sekitar Rp17,46 triliun.
Ia juga mengimbau seluruh pelaku usaha dan stakeholder yang telah mendapatkan akses ekspor ke berbagai negara untuk senantiasa menjaga komitmen dan konsistensi dalam menerapkan standar sanitasi, higiene serta prinsip keamanan pangan baik di dalam rantai produksi maupun lingkungan sekitar fasilitasnya. Hal ini untuk menjaga keberterimaan produk serta penguatan kepercayaan internasional yang akan menambah daya saing.
Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa quality assurance di setiap sekuen rantai produksi hulu-hilir sangat penting untuk memastikan kualitas produk terjaga. "Dalam industri perikanan istilahnya from sea and farm to table yang akan menjadikan industri perikanan Indonesia makin maju dan menjadi champion di era pasar bebas dewasa ini," ucap Sakti Wahyu Trenggono.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....