Pemerintah Serius Dukung Pelestarian Arwana Kalimantan

  • 10 Mei 2025 22:13 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendukung pelestarian dan pengembangan ikan hias nasional. Hal ini ditunjukkan dalam partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), salah satunya pada Kontes Arwana Pontianak - APPS Feat RDI Cup 2 yang digelar beberapa waktu lalu di Pontianak Convention Center, Kalimantan Barat.

Dilansir dari rilis resmi kementerian terkait, pada Sabtu (10/5/2025), KKP mendukung pelestarian dan pengembangan ikan hias nasional, khususnya Arwana Super Red, dalam keterlibatan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak pada Kontes Arwana Pontianak 2025. Event yang digelar 1-4 Mei 2025 lalu di Pontianak Convention Center, menghadirkan 197 ekor arwana sebagai kontestan lomba.

Kepala BPSPL Pontianak, Syarif Iwan Taruna Alkadrie, menyampaikan bahwa pelestarian ikan hias langka seperti Arwana Kalimantan tidak hanya penting dari sisi ekologi, tetapi juga berdampak signifikan terhadap ekonomi masyarakat. Ajang ini bukan hanya menjadi ruang sinergi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha dalam memperkuat tata kelola sektor perikanan hias yang bertanggung jawab, tetapi juga menunjukkan manfaat nyata secara ekonomi.

"Arwana Super Red adalah kebanggaan Kalimantan dan Indonesia. Kami harus pastikan perlindungannya berjalan berdampingan dengan pengembangan ekonomi lokal. KKP mendorong agar seluruh pelaku usaha memiliki izin resmi, sehingga nilai tambah ekonomi tercipta tanpa mengorbankan kelestarian," ujar Iwan.

Ia melanjutkan, kehadiran peserta dari berbagai daerah turut menggerakkan ekonomi lokal, sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas sektor untuk mendorong perdagangan ikan hias yang beretika dan berdaya saing. "Selain itu, diharapkan seluruh pelaku usaha arwana dapat memiliki legalitas perizinan lengkap, agar stabilitas harga Arwana tetap terjaga dan upaya konservasi berjalan optimal," Iwan menambahkan.

Pada kesempatan yang berbeda Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara, turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kontes bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi sarana edukasi publik mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya ikan yang legal dan berkelanjutan.

"Kontes ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pelestarian dan pengembangan sektor ikan hias nasional, terutama Arwana Super Red yang merupakan spesies endemik dari Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Ikan ini dilindungi secara internasional melalui Appendix I CITES dan nasional melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 1 Tahun 2021," ucap Koswara mengingatkan.

Seperti diketahui, CITES adalah perjanjian internasional untuk konservasi alam yang memiliki tiga klasifikasi Appendix (hewan langka). Seperti dikatakan Koswara, Arwana Super Red termasuk Appendix I, yakni spesies yang terancam punah yang dapat disebabkan oleh perdagangan internasional.

"Seluruh aktivitas penangkaran dan perdagangannya wajib dilakukan secara legal dan berizin, untuk menjamin keberlanjutan spesies ini," Koswara mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....