Tingkatkan Kemandirian Perempuan, KemenPPPA Luncurkan Program RBI

  • 19 Jan 2025 10:24 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) baru saja meluncurkan Program Ruang Bersama Indonesia (RBI).

Program ini merupakan kelanjutan dari program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) yang sebelumnya telah menjangkau lebih dari tiga ribu desa.

Berdasarkan rilis Biro Hukum dan Humas KemenPPPA, pada Minggu (19/1/2025), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi secara resmi meluncurkan Ruang Bersama Indonesia (RBI) di 12 desa/kelurahan di Provinsi Bali. Peluncuran ini dilakukan dalam upaya memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Indonesia.

Program RBI diluncurkan secara serentak pada Jumat (17/1/2025) lalu di 12 desa yang tersebar di Desa Dawan Klod, Desa Nyalian (Klungkung), Desa Dauh Peken (Tabanan), Desa Panji, Kelurahan Kenderan (Buleleng), Desa Kesiman Kertalangu, Desa Dangin Puri Klod, Kelurahan Kesiman, Desa Dauh Puri Kaja (Denpasar), Desa Candikusuma, Desa Belimbingsari (Jembrana), dan Desa Awan. "RBI ini jangan dilihat dari fisiknya, tetapi lebih kepada fungsi kolaborasi," ujar Menteri PPPA Arifah Fauzi.

Pemerintah dikatakan Arifah ingin menciptakan ruang di mana pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait dapat bekerja sama untuk memberikan perlindungan dan pemberdayaan bagi perempuan dan anak.

Peluncuran RBI ini merupakan langkah awal dalam upaya mewujudkan Indonesia yang bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi perempuan melalui berbagai pelatihan dan pendampingan.

"Program Ruang Bersama Indonesia merupakan kelanjutan dari program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) yang sebelumnya telah menjangkau lebih dari tiga ribu desa. Dalam program ini, diharapkan anak-anak dapat lebih banyak berinteraksi dengan kegiatan tradisional di luar sekolah, seperti permainan tradisional yang dilaksanakan oleh relawan desa," katanya.

Selain itu, Arifah juga ingin perempuan Indonesia menjadi mandiri secara ekonomi dan memiliki peran yang lebih besar dalam pembangunan.

"Semoga peluncuran program ini dapat menciptakan perubahan signifikan dalam upaya perlindungan, pemberdayaan perempuan dan anak, serta dapat terus diperluas dan membawa dampak nyata bagi masyarakat," ucap perempuan asal Bangkalan, Madura tersebut.

Dengan adanya RBI, diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan bagi perempuan dan anak-anak di Bali.

Momentum peluncuran RBI di Provinsi Bali ini juga diharapkan sebagai awal untuk memperkuat komitmen dalam melindungi dan memberdayakan perempuan, khususnya dalam upaya mewujudkan Asta Cita sebagai visi bersama pemerintahan 2024-2029.

Pada kesempatan yang sama Pj Bupati Klungkung, I Nyoman Jendrika menyampaikan apresiasi atas peluncuran Ruang Bersama Indonesia dan perhatian khusus dari Kemen PPPA terhadap pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di wilayah tersebut.

"Kami mendukung penuh program ini karena akan memberikan dampak positif bagi perkembangan perempuan dan anak-anak di daerah kami," kata I Nyoman Jendrika.

"Dengan peluncuran program RBI 2025, Kabupaten Klungkung semakin menunjukkan komitmennya terhadap pengarusutamaan gender dan perlindungan anak. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk menciptakan desa yang aman, harmonis, dan sejahtera bagi semua," ucap I Nyoman Jendrika mengakhiri.

Sebelumnya program RBI diluncurkan di Bali, empat desa di Kalimantan Tengah didapuk menjadi model percontohan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).

Keempatnya adalah Desa Bukit Liti Kecamatan Kahayan Tengah, Desa Mekar Jaya Kecamatan Sabangau Kuala, Desa Seragam Jaya Kecamatan Seranau, dan Desa Tumbang Bajanei Kecamatan Telaga Antang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....