Kapuan, Simbol Harapan dari Rehabilitasi Panjang Orangutan di Kalimantan

  • 08 Nov 2025 18:26 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Di antara tujuh individu orangutan yang baru dilepasliarkan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), terdapat satu sosok istimewa bernama Kapuan, orangutan betina berusia 26 tahun yang menjadi simbol perjuangan panjang penyelamatan satwa langka asal Indonesia.

Kapuan merupakan hasil repatriasi dari Thailand dan telah menjalani masa rehabilitasi selama 19 tahun di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng. Setelah hampir dua dekade menunggu, Kapuan akhirnya kembali menjejak tanah kelahirannya dan merasakan kebebasan sejati di hutan Kalimantan.

Ketua Pengurus Yayasan BOS, Jamartin Sihite, menyebut perjalanan Kapuan sebagai kisah penuh harapan dan ketahanan. “Repatriasi membutuhkan waktu panjang, kerja sama lintas negara, dan biaya besar. Tidak semua individu seberuntung Kapuan. Ia menjadi orangutan repatriasi ke-14 yang berhasil kembali ke alam liar,” ucapnya.

Selain Kapuan, terdapat Berunay, orangutan betina berusia 23 tahun yang dikenal gesit memanjat dan pandai mencari pakan alami di kanopi hutan, serta Momot, orangutan jantan berumur 12 tahun yang telah menunjukkan kemandirian tinggi selama masa pra-pelepasliaran. Jamartin menegaskan, keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, mitra konservasi, dunia usaha, hingga masyarakat.

“Setiap keberhasilan pelepasliaran menjadi pengingat bahwa penyelamatan satwa liar bukan hanya tugas lembaga tertentu, melainkan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Yayasan BOS mencatat, hingga kini sudah 556 individu orangutan berhasil dikembalikan ke alam liar sejak 2012. Pencapaian tersebut menjadi bukti nyata kerja kolektif dalam melestarikan satwa endemik Kalimantan serta menjaga keberlanjutan hutan tropis Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....