Popularitas Ayam Geprek, dari Awal Hingga Kini
- 07 Jul 2024 09:54 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya: Ayam geprek, hidangan kuliner yang sedang naik daun, telah berhasil mencuri perhatian para pecinta makanan pedas di Indonesia. Namun sedikit yang tahu bagaimana awal mula munculnya ayam geprek dan mengapa ia begitu populer hingga saat ini.
Dilansir dari Kompas. Ayam geprek pertama kali dibuat di Yogyakarta pada tahun 2003 oleh Ruminah, pemilik warung makan di Jalan Wulung Lor, Papringan. Sebelumnya, Ruminah menjual berbagai hidangan, termasuk ayam kentucky (goreng tepung). Namun, ketika ada mahasiswa asal Kudus yang meminta Ruminah menambahkan sambal di atas ayam goreng tepungnya, lahirlah ayam geprek. Nama "ayam geprek" sendiri muncul karena banyak anak-anak menyebutnya "ayam gejrot" atau "ayam ulek".
Ayam geprek memiliki banyak penggemar setia, itu juga yang membuat popularitas ayam geprek masih eksis sampai saat ini. Seperti pecinta ayam geprek Ajril menceritakan “Saya anak kost di Palangka Raya, syukurnya banyak makanan murah meriah seperti ayam geprek yang banyak ditemukan di kota ini," katanya. Senin (8/7/2024).
Begitu juga Hendra Seorang mahasiswa mengaku "ga tau kenapa tiap habis balik kuliah, pasti ujung-ujungnya beli geprek karena memang seenak itu dan ga pernah bosan sama rasanya. Apalagi biasanya mba-mba disekitar kampus saya hapal kalau mahasiswa dikasih nasi lebih banyak di porsi ayam geprek nya”, ucapnya.
Mereka mengakui kelezatan hidangan ini dan senang dengan variasi tingkat kepedasannya. Ayam geprek juga telah merajai menu di aplikasi berbasis online, dengan banyak mitra yang menjualnya di seluruh Tanah Air.
Bagi pecinta ayam geprek dimanapun kamu berada. Bijaklah dalam mengonsumsi ayam geprek dan pertimbangkan kesehatan. Seperti yang sudah dijelaskan di halodoc.
Mengonsumsi ayam geprek tetap diperbolehkan, asalkan tidak berlebihan. Dalam 1 potong ayam geprek (sekitar 150 gram), terdapat sekitar 394 kalori dan natrium sebanyak 690 mg. Kandungan lemaknya mencapai 26,99 gram. Sambal pada ayam geprek dapat menyebabkan rasa terbakar, sakit perut, dan diare.
Selain itu, kandungan natrium yang tinggi dapat berkontribusi pada hipertensi dan risiko penyakit kardiovaskular. Minyak yang digunakan dalam penggorengan juga perlu diperhatikan untuk menghindari risiko obesitas dan penyakit jantung. Pastikan juga tempat jualan ayam geprek bersih dan higienis untuk menghindari kontaminasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....