Buah Manau, Si Langkah dari Pedalaman Kalimantan
- 31 Mar 2024 23:32 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya: Memiliki cita rasa yang asam dan sedikit manis, menjadi ciri khas dari Manau atau buah rotan. Buah satu ini berkulit kasar dan berbentuk bulat. Ukurannya pun tidak besar, rata-rata di atas ukuran kelereng.
Pohon dari buah ini memiliki warna hijau kekuningan. Biasanya merambat di antara ranting pohon dan memiliki jenis daun yang bervariasi, mulai dari lanset hingga bulat.
Pelepah dan tangkai buah ini diselimuti dengan duri yang sangat tajam, sehingga pohonnya memiliki bunga berbentuk untaian yang memanjang dan menggantung.
Tanaman ini tersebar di Indonesia seperti Kalimantan. Pohonnya tumbuh di area hutan hujan, lahan gambut dan perbukitan dengan ketinggian 430-550 mdpl.
Manau merupakan satu spesies dengan Buah Tuwu karena memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Kesamaan ini mulai dari batang yang besar dan berduri, daun berduri, warna batang berwarna hijau.
Masyarakat lokal biasanya memanfaatkan buah ini sebagai penyedap rasa makanan dan dijadikan bahan utama sambal. Bahkan buah ini bisa juga langsung dimakan atau dijadikan rujak dan asinan.
Untuk sekali panen, buah ini mampu menghasilkan 15-25 kilogram. Selain itu, Buah Manau juga mengandung zat besi dan kalsium yang baik untuk kesehatan otot, menjaga kepadatan tulang dan kesehatan gigi.
Selain kaya akan vitamin C dan antioksidan, buah ini juga dapat membantu menjaga kelembapan kulit dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Bahkan, kandungan kalorinya dapat dijadikan sumber energi.
Tidak hanya buahnya, batang pohon Manau juga dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan rangka kursi, meja, tempat tidur, sofa, dan furnitur lainnya.
Kayu yang dihasilkan dari pohon manau memiliki kelenturan dan tahan lama. Sehingga sering dijadikan cinderamata anyaman dengan kualitas bernilai tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....