Lamang, Kuliner Tradisional Dayak Ngaju yang Hadir dalam Setiap Ritual Adat
- 30 Agt 2026 20:28 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kekayaan budaya Suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah tidak hanya tercermin melalui tradisi dan kesenian, tetapi juga melalui berbagai makanan tradisional yang memiliki nilai budaya. Salah satunya adalah lamang, makanan berbahan dasar beras ketan yang dimasak menggunakan bambu dan menjadi bagian yang kerap hadir dalam berbagai kegiatan adat dan ritual masyarakat.
Lamang dibuat dengan cara memasukkan beras ketan yang telah dipersiapkan ke dalam ruas bambu yang sebelumnya dilapisi daun. Bambu kemudian dipanggang di atas api hingga beras ketan matang. Proses sederhana tersebut menghasilkan makanan dengan cita rasa khas dan aroma yang berasal dari bambu serta daun pembungkusnya.
Bagi masyarakat Dayak Ngaju, lamang tidak sekadar makanan untuk dikonsumsi. Kehadirannya dalam kegiatan adat menunjukkan adanya keterkaitan antara makanan tradisional dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Lamang dapat disajikan dalam berbagai kegiatan keluarga, pertemuan masyarakat, maupun acara yang berkaitan dengan tradisi dan ritual adat.
Dalam pelaksanaan ritual, makanan tradisional memiliki posisi penting sebagai bagian dari kelengkapan kegiatan. Lamang menjadi salah satu bentuk sajian yang mencerminkan penghormatan terhadap tradisi dan warisan leluhur. Keberadaannya juga memperlihatkan bagaimana makanan dapat menjadi media untuk mempertahankan identitas budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Proses pembuatan lamang yang masih menggunakan cara tradisional juga mengandung nilai kebersamaan. Mulai dari menyiapkan bahan, mencari bambu yang sesuai, hingga proses memasak dilakukan dengan melibatkan anggota keluarga atau masyarakat. Aktivitas tersebut menjadi ruang untuk berinteraksi sekaligus mewariskan pengetahuan tradisional kepada generasi muda.
Di tengah perkembangan kuliner modern, keberadaan lamang menghadapi tantangan untuk tetap dikenal dan diminati generasi muda. Karena itu, pelestarian makanan tradisional perlu dilakukan tidak hanya melalui kegiatan adat, tetapi juga melalui pengenalan di lingkungan keluarga, komunitas, sekolah, hingga berbagai kegiatan kebudayaan.
Lamang menjadi bukti bahwa kuliner tradisional tidak hanya berbicara tentang rasa, tetapi juga menyimpan cerita, kebersamaan, dan identitas masyarakat. Dengan terus menjaga keberadaannya, masyarakat Dayak Ngaju turut mempertahankan salah satu bagian penting dari kekayaan budaya Kalimantan Tengah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....