Asal Mula Tempura, Kuliner Renyah Jepang yang Mendunia dan Cara Membuatnya di Rumah

  • 12 Agt 2026 14:53 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Tempura merupakan salah satu hidangan Jepang yang dikenal luas karena lapisan adonannya yang tipis, ringan, dan renyah.

Hidangan ini biasanya menggunakan bahan seperti udang, ikan, cumi-cumi, terong, jamur, wortel, atau ubi yang dicelupkan ke dalam adonan sebelum digoreng.

Berbeda dari makanan goreng biasa, tempura memiliki karakter adonan yang tidak terlalu tebal sehingga bahan utama tetap menjadi cita rasa yang dominan. Hidangan ini kemudian berkembang menjadi bagian penting dari kuliner Jepang dan dikenal hingga berbagai negara.

Meski kini identik dengan Jepang, sejarah tempura memiliki kaitan dengan masuknya pengaruh kuliner Eropa ke Negeri Sakura. Pada abad ke-16, para misionaris Portugis datang ke wilayah Jepang dan membawa sejumlah kebiasaan kuliner, termasuk teknik menggoreng bahan makanan dengan adonan.

Salah satu makanan yang sering dikaitkan dengan perkembangan tempura adalah peixinhos da horta, yakni sayuran yang dilapisi adonan lalu digoreng. Teknik tersebut kemudian berkembang dan beradaptasi dengan bahan serta selera masyarakat Jepang.

Nagasaki menjadi salah satu wilayah penting dalam proses pertukaran budaya tersebut. Kota ini merupakan pintu awal perdagangan Jepang dengan dunia Barat dan selama berabad-abad menjadi tempat bertemunya pengaruh Jepang, China, Belanda, dan Portugis.

Kondisi tersebut turut membentuk budaya kuliner Nagasaki yang memiliki banyak unsur perpaduan. Seiring waktu, teknik menggoreng dengan adonan mengalami penyesuaian di Jepang hingga menghasilkan karakter tempura yang dikenal sekarang.

Untuk membuat tempura sederhana di rumah, bahan yang diperlukan sebenarnya cukup mudah. Siapkan 200 gram udang atau sayuran sesuai selera, 100 gram tepung terigu, 1 butir telur, sekitar 150 mililiter air dingin, dan minyak goreng secukupnya. Untuk pilihan sayuran, terong, wortel, jamur, ubi, dan paprika dapat digunakan.

Salah satu kunci tempura yang renyah adalah menjaga adonan tetap dingin dan tidak mengaduknya secara berlebihan. Adonan yang masih sedikit bertekstur akan membantu menghasilkan lapisan yang ringan ketika digoreng.

Sebelum mengolah adonan, bersihkan udang dan buang bagian kepala serta kulitnya jika diperlukan. Buat beberapa sayatan kecil pada bagian dalam udang agar bentuknya tidak terlalu melengkung ketika digoreng. Jika menggunakan sayuran, potong dengan ukuran yang tidak terlalu tebal agar bagian dalam dapat matang dengan baik.

Setelah itu, panaskan minyak dalam jumlah cukup banyak menggunakan api sedang. Suhu minyak yang stabil penting agar tempura matang merata tanpa menyerap terlalu banyak minyak.

Untuk membuat adonan, kocok telur secara ringan, kemudian campurkan dengan air dingin. Masukkan tepung terigu dan aduk sebentar saja hingga bahan tercampur. Jangan mengaduk adonan sampai benar-benar halus karena adonan tempura yang terlalu banyak diaduk dapat menghasilkan tekstur yang lebih berat.

Celupkan udang atau sayuran ke dalam adonan, kemudian masukkan perlahan ke minyak panas. Goreng hingga lapisannya berwarna kuning keemasan dan terlihat renyah, lalu angkat dan tiriskan.

Tempura biasanya disajikan segera setelah digoreng agar tekstur renyahnya tetap terjaga. Hidangan ini dapat disantap bersama saus khas tempura, kecap asin yang diberi sedikit perasan jeruk, atau disajikan sebagai pelengkap nasi dan mi.

Kesederhanaan bahan membuat tempura cukup mudah dipraktikkan di dapur rumah, sementara teknik mengolah adonan dan menjaga suhu minyak menjadi bagian terpenting yang perlu diperhatikan.

Dari perjalanan sejarahnya yang melibatkan pertukaran budaya hingga menjadi kuliner Jepang yang mendunia, tempura menunjukkan bagaimana sebuah teknik memasak dapat berkembang menjadi hidangan dengan identitas baru tanpa kehilangan jejak sejarahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....