Biji Salak, Camilan Tradisional yang Digemari Berbagai Kalangan
- 30 Jun 2026 21:55 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Biji salak merupakan salah satu jajanan tradisional khas Indonesia yang hingga kini masih banyak digemari masyarakat. Meski namanya mengandung kata "biji salak", makanan ini sama sekali tidak menggunakan biji buah salak. Sebutan tersebut muncul karena bentuknya yang bulat lonjong dan berwarna cokelat menyerupai biji buah salak.
Camilan ini umumnya dibuat dari ubi jalar yang dihaluskan, kemudian dicampur dengan tepung tapioka hingga membentuk adonan yang kenyal. Adonan selanjutnya dipotong kecil-kecil dan direbus hingga mengapung sebagai tanda telah matang. Setelah itu, biji salak disajikan bersama kuah gula merah yang manis dan gurih santan.
Selain memiliki cita rasa yang lezat, biji salak juga mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Ubi jalar sebagai bahan utama kaya akan serat, vitamin A, vitamin C, kalium, serta antioksidan yang dapat membantu menjaga daya tahan tubuh, kesehatan mata, dan sistem pencernaan.
Kandungan karbohidrat kompleks pada ubi jalar menjadikan biji salak sebagai sumber energi yang cukup baik. Jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar, makanan ini dapat membantu mengenyangkan lebih lama dibandingkan camilan tinggi gula sederhana. Namun, karena disajikan dengan kuah gula merah dan santan, konsumsinya tetap perlu dibatasi agar asupan gula dan lemak tidak berlebihan.
Biji salak juga menjadi salah satu menu yang banyak dijumpai saat bulan Ramadan sebagai hidangan berbuka puasa. Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut membuat makanan ini cocok untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Tak hanya itu, biji salak sering disajikan dalam berbagai acara keluarga maupun hajatan sebagai bagian dari kekayaan kuliner Nusantara.
Seiring perkembangan zaman, biji salak kini hadir dengan berbagai inovasi. Selain menggunakan ubi jalar kuning, banyak pelaku usaha yang memanfaatkan ubi ungu, labu kuning, hingga talas sebagai bahan utama untuk menghadirkan warna dan cita rasa yang lebih beragam. Beberapa juga menambahkan topping seperti keju, nangka, atau mutiara agar lebih menarik bagi kalangan muda.
Melestarikan jajanan tradisional seperti biji salak menjadi bagian penting dalam menjaga kekayaan kuliner Indonesia. Di tengah maraknya makanan modern, biji salak tetap memiliki tempat tersendiri berkat cita rasanya yang khas, bahan bakunya yang mudah diperoleh, serta nilai budaya yang melekat di dalamnya.
Dengan terus berinovasi tanpa meninggalkan resep tradisional, camilan ini berpeluang semakin dikenal dan diminati oleh generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....