Mengapa Soto di Indonesia Memiliki Banyak Nama Daerah?

  • 30 Jun 2026 04:56 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Soto dikenal sebagai salah satu kuliner khas Indonesia yang memiliki banyak variasi di berbagai daerah. Masyarakat pun akrab dengan nama-nama seperti Soto Banjar, Soto Medan, Soto Lamongan, Soto Kudus, hingga Soto Betawi. Lalu, mengapa nama soto sering diikuti dengan nama suatu daerah?

Penamaan tersebut umumnya menunjukkan daerah asal atau wilayah yang mempopulerkan jenis soto tersebut. Meski sama-sama disebut soto, setiap daerah mengembangkan resep sesuai bahan pangan, rempah, dan kebiasaan masyarakat setempat sehingga menghasilkan cita rasa yang berbeda.

Perbedaan itu terlihat dari penggunaan kuah, bumbu, hingga isiannya. Soto Banjar misalnya dikenal dengan kuah bening beraroma rempah seperti kayu manis dan cengkih. Soto Medan identik dengan kuah santan yang lebih kental, sedangkan Soto Lamongan memiliki kuah kuning yang gurih dan sering disajikan dengan taburan bubuk koya.

Selain itu, beberapa daerah juga menggunakan bahan pelengkap yang menjadi ciri khas masing-masing. Ada soto yang disajikan dengan ketupat, lontong, bihun, perkedel, telur rebus, hingga jeroan atau daging sesuai tradisi kuliner di daerah tersebut.

Penamaan berdasarkan daerah juga memudahkan masyarakat mengenali karakter rasa dari setiap jenis soto. Ketika mendengar nama Soto Betawi atau Soto Kudus, misalnya, masyarakat umumnya sudah memiliki gambaran mengenai kuah, bahan, maupun cara penyajiannya.

Hingga kini, berbagai jenis soto tetap menjadi bagian dari kekayaan kuliner Nusantara. Meski memiliki nama dan cita rasa yang berbeda, seluruhnya menunjukkan bagaimana satu jenis makanan dapat berkembang mengikuti budaya, bahan pangan, dan tradisi di berbagai daerah di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....