Permen Kerikil Khas Timur Tengah, Manisnya Cita Rasa Tradisi yang Mendunia

  • 29 Jun 2026 13:04 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Permen kerikil, yang dikenal juga sebagai rock candy, merupakan salah satu jenis permen gula kristal yang memiliki bentuk menyerupai batu kecil berwarna-warni.

Meski kini mudah ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia, permen ini memiliki akar sejarah panjang yang diyakini berasal dari wilayah Timur Tengah. Dari kawasan inilah teknik pembuatan gula kristal berkembang dan menyebar ke berbagai belahan dunia.

Dalam sejarahnya, permen kerikil diperkirakan mulai dikenal sejak era peradaban Persia kuno. Pada masa itu, gula kristal dibuat sebagai cara mengawetkan rasa manis dari tebu yang baru ditemukan dan mulai dibudidayakan. Gula cair kemudian didiamkan hingga membentuk kristal besar yang menyerupai batu kecil, sehingga menjadi cikal bakal rock candy yang dikenal saat ini.

Proses pembuatan permen ini awalnya juga berkaitan erat dengan perkembangan ilmu farmasi di dunia Islam klasik. Para ahli pengobatan pada masa itu menggunakan gula kristal sebagai bahan untuk campuran obat dan ramuan herbal. Bentuknya yang keras dan tahan lama membuatnya mudah disimpan serta digunakan sebagai pemanis alami dalam berbagai keperluan medis maupun kuliner.

Seiring berkembangnya jalur perdagangan seperti Jalur Sutra, permen kerikil mulai menyebar dari Timur Tengah ke Asia Selatan, Tiongkok, hingga Eropa. Para pedagang membawa gula kristal sebagai barang dagangan bernilai tinggi karena pada masa itu gula masih dianggap sebagai komoditas mewah. Dari proses inilah rock candy kemudian dikenal luas di berbagai budaya dengan nama dan variasi yang berbeda-beda.

Di beberapa negara Timur Tengah, permen kerikil tidak hanya dikonsumsi sebagai camilan, tetapi juga sering digunakan dalam minuman tradisional seperti teh dan sirup herbal.

Gula kristal ini perlahan larut saat dicampurkan ke dalam minuman panas, memberikan rasa manis yang lembut dan bertahap. Tradisi ini masih dapat ditemui hingga sekarang di beberapa rumah tangga dan kafe khas Timur Tengah.

Di era modern, permen kerikil hadir dalam berbagai warna dan bentuk yang lebih menarik, terutama untuk konsumsi anak-anak. Proses pembuatannya pun telah berkembang menggunakan teknik produksi massal, meskipun prinsip dasarnya tetap sama, yaitu mengkristalkan larutan gula dalam waktu tertentu hingga membentuk struktur padat menyerupai batu kecil. Variasi rasa juga mulai dikembangkan, tidak hanya rasa gula murni tetapi juga buah-buahan.

Meski sederhana, permen kerikil menyimpan sejarah panjang yang mencerminkan perkembangan budaya, perdagangan, dan teknologi pangan dari masa ke masa.

Dari dapur tradisional Timur Tengah hingga rak-rak toko modern, rock candy menjadi bukti bagaimana inovasi sederhana berbasis gula dapat bertahan dan terus digemari lintas generasi di berbagai belahan dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....