Croissant, Roti Berlapis Khas Prancis

  • 29 Jun 2026 13:05 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Croissant merupakan salah satu pastry asal Prancis yang dikenal dengan bentuk bulan sabit dan tekstur berlapis yang renyah di luar namun lembut di dalam.

Roti ini kini telah menjadi menu favorit di berbagai kafe dan toko roti di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Rasanya yang gurih dengan aroma mentega yang khas membuat croissant digemari sebagai menu sarapan maupun teman minum kopi.

Sejarah croissant sering dikaitkan dengan Austria melalui roti bernama kipferl, yang kemudian berkembang di Prancis pada abad ke-19. Para pembuat roti Prancis menyempurnakan teknik pembuatannya dengan adonan berlapis yang dikenal sebagai laminated dough. Teknik inilah yang menjadi ciri khas croissant hingga saat ini, menghasilkan lapisan-lapisan tipis yang terbentuk dari lipatan adonan dan mentega.

Bahan utama dalam pembuatan croissant sebenarnya cukup sederhana, yaitu tepung terigu, susu, ragi, gula, garam, dan mentega berkualitas tinggi. Namun, yang membuatnya istimewa adalah proses pengolahannya yang membutuhkan ketelitian dan waktu. Adonan harus melalui proses fermentasi, pendinginan, serta pelipatan berulang agar menghasilkan tekstur berlapis yang sempurna.

Proses pembuatan croissant dimulai dengan mencampur bahan adonan dasar hingga kalis, kemudian didiamkan agar mengembang. Setelah itu, adonan digiling dan diberi lapisan mentega dingin di tengahnya. Tahap ini disebut proses lamination, yaitu melipat adonan berkali-kali untuk membentuk lapisan tipis yang nantinya akan menghasilkan tekstur berongga saat dipanggang.

Setelah proses pelipatan selesai, adonan dipotong berbentuk segitiga lalu digulung dari bagian dasar hingga ujung membentuk bulan sabit khas croissant. Adonan yang sudah dibentuk kemudian didiamkan kembali agar mengembang sebelum dipanggang. Pada tahap ini, ragi bekerja menghasilkan udara di dalam lapisan adonan sehingga croissant menjadi ringan dan bertekstur lembut.

Pemanggangan croissant dilakukan pada suhu tinggi hingga bagian luar berwarna keemasan dan renyah. Aroma mentega yang keluar saat proses ini menjadi salah satu daya tarik utama pastry tersebut. Hasil akhirnya adalah roti berlapis yang garing di luar namun lembut dan berongga di dalam, cocok dinikmati dalam keadaan hangat.

Meski terlihat rumit, banyak orang kini mencoba membuat croissant di rumah dengan bantuan resep sederhana dan teknik yang lebih praktis. Beberapa inovasi bahkan menggunakan adonan instan untuk mempersingkat proses. Namun, kunci utama dalam menghasilkan croissant yang baik tetap terletak pada kualitas mentega, ketelitian dalam melipat adonan, serta kesabaran selama proses fermentasi.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....