Kue Cucur Menjadi Salah Satu Warisan Kuliner Nusantara

  • 30 Mei 2026 12:35 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kue cucur menjadi salah satu jajanan tradisional yang masih bertahan dan digemari masyarakat Indonesia hingga saat ini.

Mengutip dari IDN Times.com kue berbentuk bulat dengan bagian tengah yang tebal serta pinggiran renyah ini umumnya dibuat dari campuran tepung beras, gula merah, dan santan. Rasanya yang manis dengan aroma khas gula aren membuat kue cucur sering dijadikan teman minum teh maupun kopi di berbagai kesempatan.

Berdasarkan sumber situs Liputan6.com, kue cucur telah lama dikenal sebagai makanan tradisional yang berasal dari wilayah Betawi dan Jawa Barat. Nama “cucur” diyakini berasal dari proses pembuatan adonan yang dicurahkan atau dituangkan ke dalam minyak panas hingga membentuk lingkaran dengan serat-serat khas di permukaannya. Teknik memasak tersebut menjadi ciri utama yang membedakan kue cucur dari jajanan tradisional lainnya.

Selain dikenal sebagai camilan pasar, kue cucur juga memiliki nilai budaya yang cukup kuat. Di berbagai daerah, kue ini sering disajikan dalam acara selamatan, syukuran, pernikahan hingga perayaan keagamaan. Media Farah.id menyebutkan bahwa dalam tradisi masyarakat Betawi, kue cucur menjadi salah satu hidangan yang melambangkan kebersamaan dan harapan akan keberkahan dalam sebuah acara keluarga maupun adat.

Menurut laporan IDN Times, warna cokelat keemasan pada kue cucur bukan berasal dari pewarna makanan, melainkan dari campuran gula merah yang diolah bersama tepung beras. Kue ini memiliki tekstur unik, yakni bagian tengah yang lembut dan kenyal serta bagian tepi yang tipis dan renyah. Keunikan tekstur tersebut membuat kue cucur tetap diminati meskipun banyak makanan modern bermunculan.

Keberadaan kue cucur ternyata tidak hanya ditemukan di Indonesia. Sumber Wikipedia menyebutkan makanan serupa juga dikenal di Malaysia, Brunei, Singapura hingga Thailand dengan nama yang berbeda-beda. Hal ini menunjukkan bahwa kue cucur merupakan bagian dari warisan kuliner yang berkembang di kawasan Asia Tenggara dan masih bertahan sebagai makanan tradisional yang memiliki nilai sejarah panjang.

Di tengah perkembangan tren kuliner modern, kue cucur justru kembali menarik perhatian masyarakat. Banyak pelaku usaha kuliner mulai menghadirkan variasi rasa dan warna untuk menarik minat generasi muda tanpa menghilangkan cita rasa aslinya.

Media Pijar. com mencatat bahwa popularitas kue cucur kembali meningkat melalui media sosial, sekaligus menjadi upaya pelestarian kuliner tradisional agar tidak hilang ditelan zaman.

Dengan cita rasa khas dan nilai budaya yang melekat, kue cucur tetap menjadi salah satu warisan kuliner Nusantara yang patut dijaga keberadaannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....