Menyimpan Daging Kurban agar Tidak Mudah Rusak

  • 30 Mei 2026 06:17 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Momen Hari Raya Idul Adha identik dengan pembagian daging kurban kepada masyarakat. Namun, banyak warga yang masih kurang memahami cara menyimpan daging dengan benar sehingga kualitasnya cepat menurun dan mudah rusak.

Penyimpanan yang tepat sangat penting untuk menjaga kesegaran, rasa, dan keamanan daging sebelum diolah.

Salah satu langkah utama yang dianjurkan adalah tidak langsung mencuci daging sebelum disimpan. Daging yang dicuci justru lebih cepat lembap dan memicu pertumbuhan bakteri.

Masyarakat disarankan cukup membersihkan bagian kotor seperlunya, lalu membagi daging ke dalam beberapa porsi agar lebih praktis saat akan dimasak.

Selain itu, penggunaan wadah kedap udara atau plastik khusus makanan juga membantu menjaga kualitas daging lebih lama.

Penyimpanan di dalam freezer dengan suhu beku dinilai efektif untuk mempertahankan kesegaran hingga beberapa bulan. Sementara itu, jika disimpan di chiller atau kulkas biasa, daging sebaiknya segera diolah dalam waktu satu hingga dua hari.

Para ahli juga mengingatkan agar masyarakat tidak menumpuk daging terlalu penuh dalam satu wadah karena dapat menghambat proses pendinginan merata.

Memberi label tanggal penyimpanan juga menjadi langkah penting agar daging tidak terlalu lama tersimpan dan tetap aman dikonsumsi.

Dengan memahami cara penyimpanan yang benar, masyarakat dapat memanfaatkan daging kurban secara lebih higienis dan sehat.

Selain menjaga kualitas makanan, langkah tersebut juga membantu mengurangi risiko pemborosan akibat daging yang terlanjur rusak sebelum diolah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....